Akhir-akhir ini ramai diberitakan tentang pelemahan lembaga super dalam perjuangannya memberantas korupsi. Ramai juga diberitakan bahwa saat ini terjadi perkelahian di media dan di belakang layar antara 2 (dua) reptil, yaitu CICAK vs BUAYA, meskipun ada ‘arahan’ untuk tidak menggunakan istilah ini lagi. Ok, ga akan berlama-lama di hal itu deh. Tapi, setelah rame-rame kemaren, sebenarnya apa sih arti korupsi itu?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, korupsi dapat diartikan sebagai penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dsb) untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Ada juga pengertian korupsi waktu, yaitu penggunaan waktu dinas (bekerja) untuk urusan pribadi (termasuk saya contohnya :D ). Nah, menurut Merriam-Webster, definisi korupsi adalah seperti INI, yang menurut saya lebih mendekati pengertian sebenarnya terhadap kata korupsi yang jamak terjadi di masyarakat, meskipun dictionary.com lebih praktikal dalam mengartikan korupsi. Dalam Undang-Undang, tidak ada satu UUpun yang mengartikan korupsi secara gamblang (dengan kalimat korupsi adalah bla bla bla).

1 a : to change from good to bad in morals, manners, or actions; also : bribe b : to degrade with unsound principles or moral values

1 a : to become tainted or rotten b : to become morally debased
2 : to cause disintegration or ruin

Pengertian-pengertian di atas saya ambil dari Merriam-Webster, yang saat ini dirasakan sangat aktual terjadi di negara kita. Korupsi tidak semata-mata merugikan negara dengan tindakan-tindakan tertentu yang terkait dengan keuangan. Mungkin, ketika seorang reporter mencegat seseorang (secara acak) di pinggir jalan untuk ditanyai pendapatnya mengenai korupsi, lalu orang itu berkata dia anti-korupsi, pernyataan ini tidak serta merta menunjukkan jika seseorang itu memang anti (atau tidak pernah) korupsi. Paham maksudnya? Ketika seseorang merasa dirinya tidak pernah melakukan hal-hal yang merugikan negara, ketika seseorang merasa hidupnya benar-benar murni dinafkahi dari gaji, ketika orang berkata dia tidak masuk dalam lingkar birokrat korup, dan ketika-ketika yang lain, apakah seseorang itu memang murni bersih dari korupsi?

Jika kita melihat kembali pengertian korupsi yang saya ambil dari Kamus Merriam-Webster, perubahan dari moral yang baik ke arah yang buruk, atau bisa dibilang dekadensi moral, kembali saya mencoba berkaca pada kehidupan sehari-hari. Ya, pada diri sendiri, lingkungan, dan lain sebagainya. Bagaimana saat ini negara dalam kondisi yang carut marut…yang bisa dilihat dari contoh yang sangat sederhana. Di Jakarta, saat ini aturan lalu lintas sudah seperti macan tak bertaring, atau (maaf) laki-laki yang dikebiri. Banyak yang mengatakan salah ini salah situ…yang sebenarnya tidak memberikan solusi (yang jelas-jelas sudah di depan mata, wong ada aturannya koq). Solusi jelas…tegakkan aturan tanpa pandang bulu. Masalah di aparat memang sangat kompleks, dan kita tidak bisa serta merta menimpakan segala kesalahan ke aparat. Namun jika kita mulai dari diri sendiri, apa sih susahnya menaati peraturan lalu lintas yang sebenarnya sangat mudah untuk dilaksanakan?

Terdengar mudah, meskipun suatu kondisi ideal adalah mustahil untuk diwujudkan. Tapi tidak ada yang salah (dan tidak melanggar UU manapun) untuk mencoba menegakkan aturan dari diri sendiri. Aktivis anti korupsi yang teriak-teriak di depan KPK, jika dia melanggar aturan (ya lalu lintas dsb), berarti dia masih melakukan korupsi (dari sisi moral dan hukum). Pengguna jalan yang diwawancarai reporter TV dan menyatakan mengutuk tindakan korupsi, masih juga seorang yang korup jika dia melawan arah lalu lintas, atau masuk jalur busway misalnya. Hal sederhana, yang ternyata apabila selalu dilanggar dan dilanggar, lambat laun akan membentuk watak BERANI MELANGGAR ATURAN, yang secara tidak disadari adalah berubahnya kebaikan-kebaikan moral yang diajarkan sedari kecil, menjadi ke-dableg-an dan kekeras-kepalaan serta merasa benar sendiri meskipun melanggar aturan, yang merupakan penurunan kesadaran moral seorang manusia.

Jadi, apakah Anda masih korupsi??

Kalo saya harus menjawab, dengan tidak bangga maka jawabannya, YA, SAYA MASIH KORUPSI (karena saya menggunakan jam kantor untuk menulis tulisan ini, menggunakan fasilitas kantor untuk facebook-an, melanggar lalu lintas meski kecil-kecilan mungkin, melanggar marka jalan, melebihi batas kecepatan di jalan tol, dan sebagainya yang masih banyak). Ternyata, saya tidak ada bedanya dengan koruptor duit negara kelas kakap.

Tulisan ini merupakan pendapat/opini pribadi, tidak merepresentasikan institusi apapun, dan tidak bermaksud menjelekkan pihak-pihak manapun.

Minggu ini, pameran teknologi otomotif terbesar di Indonesia telah dimulai. Indonesia International Motor Show 2009, yang bertempat di Kemayoran, tetap diselenggarakan di tengah lesunya kondisi perekonomian dan dibayang-bayangi kejadian Bom Mega Kuningan 2 minggu sebelumnya. Kita tidak akan menyoroti secara mendalam IIMS ini, tapi cukup melihat peristiwa menarik pada acara pembukaan IIMS 2009 ini. Menteri Keuangan kita dalam acara pembukaan turut mencoba salah satu produk masterpice dalam teknologi otomotif. Ya…dia turut merasakan nikmatnya naik di dalam Toyota Prius, salah satu mobil berteknologi hybrid terlaris di dunia.

Sedikit menyinggung tentang Prius dan mobil hybrid lainnya. Ide awalnya adalah menciptakan mobil yang memiliki efisiensi BBM tinggi dan ramah lingkungan. Setelah terwujud di akhir dekade 1990an, Prius menjadi yang pertama dalam jagat kendaraan hybrid dunia yang diproduksi massal. Meskipun masih mendapatkan kritik dan saat ini mendapatkan rival dari teknologi commonrail diesel dan twin-charged stratified injection, yang memiliki efisiensi yang luar biasa dengan output optimal, namun teknologi hybrid dipandang masih merupakan jalan kompromi terbaik untuk mendapatkan performa maksimal namun tetap ramah lingkungan. Read the rest of this entry »

Akhir-akhir ini suka iseng moles-moles..iseng ah majang koleksi, tapi ini cuma yang buat fast treatment sih, bukan buat serius…maklum, di rusun ga boleh cuci sembarangan, apalagi poles2 sak enak dengkul..

koleksi dikit..mayan buat nambah kinclong

koleksi dikit..mayan buat nambah kinclong

Yang paling demen ama yang putih trus ada merah-merahnya di tengah. Produk itu emang paling oke buat yang seneng ‘quicky’…hehehehe. Dia ada cleaner agent, ada unsur polishnya, trus ada proteksi dari sealantnya (wax sintetis), jadi sekali sikat beres. Emang hasilnya ga sebagus produk yang memang didedikasikan untuk step-by-step polishing..tapi buat aku, ini dah cukup. Namanya juga iseng :D

Karena istri udah berangkat tugas di luar, maka makan2 kali ini terpaksa aku lakuin sendiri aja. Selain ga ada yang masak, dah kangen juga makan mi ala bandung ini.

enak neh

enak neh

Tempatnya ada di daerah Tebet..kalo dari Saharjo, ada pertigaan yang banyak showroom mobil, masuk deh ke arah timur. Ada di sebelah kiri jalan, deket perempatan lampu merah rusun Tebet. Cuma sayang, untuk parkir mobil agak kurang nyaman.

Eniwei..Mih Kocok ini rasanya cocok di lidahku. Rasa kuahnya ringan, kikilnya mantap, dan sumsumnya…hmmm…lembuttt banget. Tapi yang paling maknyus emang kikilnya. Siang-siang makan ini ditemani es teh manis…wuihhhh….

Aku di warung mi ini emang hanya nyobain Mi Kocoknya aja..karena emang paling demen itu. Menu lainnya ada, tapi ga banyak..harga seporsi pun relatif terjangkau, sekitar Rp14K dengan isi yang lumayan banyak. Paling enggak, kalo aku sih kenyanglah dengan porsi standarnya.

Mudah2an warung Mi ini bertahan di Tebet, meskipun ada juga sih cabang2 lainnya. Jangan sampe nasibnya kaya Bebek Tunjungan, yang ganti nama jadi BeBaQaran..dan akhirnya harus tutup di tengah persaingan ketat rumah makan. Padahal Bebek Tunjungan (dulu di Jalan Supomo) ini kalo aku bilang emang uennaak…dengan indikasi ga ada rasa/aroma amis di ‘kelek’ bebeknya..yang menjadi salah satu indikator enak nggaknya suatu masakan berbasis bebek. Ada juga bebek enak, tapi agak mahal n di mall…tepatnya Bebek Goreng Surabaya (kalo ga salah) di foodcourt Grand Indonesia. Ini juga..maknyussss

Berhubung yang punya mobil mo tugas ke luar, maka si mobil kesayangan (Black Pearl..hehe) mau dijual aja. Rencana Mei udah masuk bursa..kalo jadi, foto disusulkanyee..hehehe

UPDATE 1:

Foto (tapi kayanya mobil mundur sementara dari bursa neh, mo dielus2 dulu..hehe)

black pearl

jadi dijual ga yah?? hmm..masih sayang neh

beading

kalo ketetesan air di permukaan, gini neh beadingnya

UPDATE 2:

Mobil dijual ga burur-buru, per akhir Oktober/November 2009, kecuali ada yang nawar harganya cocok :p

Interior lapis kulit, riwayat perawatan lengkap (bengkel resmi IBRM – Honda Centre Bandung), mesin standar, matic, warna Night Hawk Black Pearl, kaki-kaki standar, rute kerja harian si mobil Casablanca-Pejambon dan kadang Jakarta-Bandung. Rumah si mobil di Casablanca, jadi ga kena banjir. Perawatan cat harian pake Meguiars, Optimum dan Autoglym. Harian isi Shell Super (terserah ntar yang beli  mo isi premium aja ato gimana), STNK September 2009 (kita deh yang bayarin). Jarak tempuh hampir 70.ooo km. Nomor polisi Bandung.

Kondisi khusus, kalo ada cacat ga ditutup-tutupin, kan menurut syariah ga boleh nipu..hehehe..silakan liat sendiri, ada cacat baret di bumper belakang pojok (biasa, diserempet), dent (dekok) di pintu (kena pintu mobil orang kalo parkir). Estimasi perbaikan untuk bumper Rp200K-Rp500K (maksimal), PDR untuk dekok/penyok per titik Rp75K. Ban kondisi bagus, tapi saran aja, diganti baru (segala perbaikan + ganti ban dipotong dari harga penawaran). Harga dibuka Rp155Mi, nego, khusus pemakai ajah :) (Diliat di internet, harganya sekitar segitu sih). Tapi dah ga asuransi yah, baru aja abis n ga diperpanjang..silakan kalo mau diasuransikan sendiri :)

Monggo ditawar..

Cagar budaya..

Sudah sering kita dengar rangkaian dua kata itu…cagar budaya. Hampir sama dengan cagar alam yang bertujuan melindungi alam dari kepunahan..cagar budaya ini menurut UU No. 5 Tahun 1992 adalah TIDAK ADA ARTINYA. Dalam Ps. 1 Ketentuan Umum, yang ada hanyalah Benda Cagar Budaya dan Situs, bukan pengertian CAGAR BUDAYA itu sendiri (setidaknya menurut pemahamanku yang bukan sarjana hukum lho). Bingung ga? Aku aja bingung..apakah CAGAR BUDAYA dan BENDA CAGAR BUDAYA adalah hal yang sama atau berbeda..

Ok..dilanjut aja..

Akhir-akhir ini aku koq sering baca & denger di koran atopun di TV, kalo di Indonesia ini penghargaan terhadap peninggalan-peninggalan sejarah sangat rendah. Ini juga berlaku terhadap benda-benda cagar budaya yang terletak di lokasi strategis, yang notabene punya nilai ekonomis tinggi. Kemaren di Bandung aku sempet baca koran, ada kolam renang di Cihampelas yang katanya masuk kategori benda cagar budaya tapi terancam dihancurkan. Padahal dalam UU tentang Benda Cagar Budaya sudah diatur (meskipun tetep ga jelas) sanksi-sanksi bagi yang melanggar segala ketentuan dalam UU tersebut. Tapi yang terheboh tetep, kasus waralaba dari Prancis yang mengambil alih fungsi salah satu benda cagar budaya menjadi RESTO & KAFE MAHAL. Gedung Imigrasi Menteng..yang mendadak menjadi BUDDHA BAR, menjadi polemik karena (aku ga ikut2 masuk ke dalam isu agama ya), tapi lebih karena pengalihan fungsi gedung itu yang sarat dengan aroma KKN, dan UUD.

Kenapa? Yah..silakeun dibaca dan dicari sendiri di koran dan internet..semua juga tau koq.

Nah..itulah cermin penguasa kita..(dan mantan penguasa..dan partai politik yang dengan urusan kaya gini aja kaga mau ambil pusing).

Katanya bangsa besar, menghargai sejarah, bla bla bla..bla bla bla. Wakil kita yang (katanya) terhormat (meskipun banyak yang di-KPK-in) juga mingkem aja..padahal ekspos pengalihan fungsi benda cagar budaya begitu sering dan berulang. Apa sih yang kurang kalo lokasi gedung yang dipermasalahkan itu ada di Menteng? Dengan anak-anak 2 mantan penguasa bercokol sebagai owner dari resto mahal itu? DPRD DKI Jakarta sudah pernah bersuara..tapi tindak lanjut masih nihil.

Memang tulisan ini dibuat setelah kasus ini rada mereda..tapi redanya itu koq setengah-setengah..selesai juga enggak. Yang perlu dicatat adalah bahwa konsistensi pemerintah (dalam hal ini Pemda/Pemprov Jakarta) yang NOL BESAR dalam konservasi nilai-nilai budaya dan sejarah, masih bercokolnya pengaruh penguasa (dan mantan penguasa) dalam setiap pengambilan keputusan, penegakan peraturan (UU) yang masih NIHIL, dan yang paling lucu kalo baca dari sini, “Gubernur Sutiyoso telah meresmikan kembali penggunaan gedung tersebut pada Senin, 10 September 2007.  Gedung yang terbengkelai sejak ditinggalkan sekitar tahun 1999 tersebut diputuskan Pemerintah DKI untuk diselamatkan tahun 2003.

Dan sekarang sudah terbaca, gedung itu diselamatkan untuk siapa…

Honda Freed for Rp190 Mio?? Worth to buy or not???
Secara Jazz aja dah segituan, kalo Freed harganya ga jauh dari Rp 200 Mio (+/- 10 Mio) pasti bisa jadi best seller deh…mengulang prestasi Jazz yang sempet jadi mobil terlaris di jamannya.

Tapi bener lho..info dari orang dalem, harga Freed ga jauh2 dari harga segitu :D :D :D

ps.

Freed dah soft-launching ya? Juni-Juli kalo udah dipasarkan cepetan aja inden..tar naik lagi..hehehe

UPDATE:

Ternyata bener, harganya menjulang mencapai Rp255Mi..kalo gini mendingan beli VW Touran aja..impressive 1400cc twincharged engine!!

Dari apa yah??
Pertama sih aku liat di acara TVOne (apa itu, yang ada mas mas kriwil suka potret potret)..tanggal 11 Desember 2008 malam. Dia telusuri Sungai Ciliwung dengan Tim (entah dari mapala atau SAR), mungkin liat-liat sampah Ciliwung yang menyebabkan Jakarta tergenang.

Hmm..bakal kujadikan siomay kau!!

Hmm..bakal kujadikan siomay kau!!

Gambar: wikipedia

Nah..hingga saatnya dia ketemu ama dua orang penduduk lokal yang lagi cari ikan. Orang-orang ini katanya lagi cari ikan Sapu-Sapu (Hypostomus plecostomus) yang, menurut pengakuan mereka, mau dibuat bakso ama siomay. Yess..BAKSO IKAN ama SIOMAY.

Pertama sih ga percaya..tapi setelah Googling, ketemu artikel yang mendukung. Malah penulisnya tau lebih dulu dari aku.

Jadi…dengan adanya kenyataan ini, maka aku, mulai sekarang, akan hati-hati kalo nyari siomay murah di pinggiran jalan Jakarta (dan kota lain sih kemungkinan)..hehehe.

Setelah berharap-harap ga cemas, Honda resmi melansir produk terbarunya di kelas small sedan, The All New Honda City. Cuma yang bikin kaget ya harganya. Di Jakarta, varian termurah aja dibanderol Rp.239Mi, jauuuuuh di atas para pesaingnya yang mentok di kisaran Rp.200Mi (plus 10 jetilah).

Kalo aku sih..mending beli Civic ato Altis..ketauan enaknya..huhu

alamaak..yang di indo aja belagu kalo pake ini..hehe (no offense)

alamaak..yang di indo aja belagu kalo pake ini..hehe (no offense)

D

wah..mobilnya ade rai juga ditaxiin :D

Yang Wish aku ga tau pake mesin apa, tapi kalo yang Camry confirm kalo dia pake diesel 2.0 L, diliat dari emblem belakang plus suaranya yang tek..tek..tek. Kalo di Indo, malah Alphard yang ditaxiin..buseet..buset. Bedanya, kalo Camry (ada Teana juga) ini tarif normal, kalo Alphard yang di Indo dipake buat ngelaba banyak-banyak :D

No Copy Paste

Monggo menyadur isi blog ini bila berkenan, dengan tidak lupa menuliskan sumber dan membuat "lacak-balik" ke artikel/sumber berita.

a

Almanak

November 2009
S S R K J S M
« Jul    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Iki opo tho?

Chat IESPers 99

Join This Group I am Trunks! Test your Internet connection speed at Speedtest.net

Blog Stats

  • 140,550 hits