You are currently browsing the monthly archive for Januari 2007.

Tadi malem..aku beli makan di Jl. Sabang buat dibawa pulang..

Kwetiau goreng & nasi gila menjadi pilihan..

Menunggu ditemani sebotol teh botol (lho?)..

Akhirnya si mbak penjual mengantarkan pesanan kita (aku bareng cewekku)..dan setelah membayar Rp20K..akhirnya..

…..    ……    …..

…..    ……    …..

Lha..iki opo?? Kejadian yang seharusnya terjadi…tidak terjadi..

Tidak ada pisuhan..sumpah serapah..atau sebutan kebon binatang yang keluar dari mulut..yang ada hanyalah penyesalan..dongkol..deg-degan..plus ndengerin bojoku ngomel-ngomel di jok sebelah. Baca entri selengkapnya »

Image087Image087 Hosted on Zooomr

Saat makan malam sepulang kerja, kalo menurut hemat saya merupakan rutinitas (kalo bisa dibilang rutin) yang kurang menyenangkan. Mengapa? Karena terbayang kebosanan menyantap makanan yang itu-itu aja, atau mendapati variasi makanan tapi mahal harganya, atau higienitas warung makan yang kurang memadai.

Setelah sekian lama menyantap hidangan bakaran, gorengan dan sejenisnya yang nggak sehat, kadang aku beralih ke makanan yang sehat..sangat sehat. Tapi kadang memerlukan pengorbanan mengingat harga yang tidak murah. Hal ini bisa dimaklumi jika kita melihat jenis hidangan dan tempat dimana warung/resto itu berada.

Nah, terkait masalah harga,berhubung sedang tanggal tua, tadi malem aku koq inget kalo dulu pernah makan di sebuah warung soto pada saat buka puasa ramadhan taun kemaren. Warungnya bersih, dengan harga yang termasuk murah untuk ukuran Jakarta, dan yang terpenting…rasanya tidak mengecewakan.

Ya, warung Soto Kudus “KEMBANG JOYO” yang terletak di Jl. H. Agus Salim No. 30 (Sabang) ini menjadi salah satu destinasi pilihan untuk urusan perut. Warung ini menyediakan menu yang akrab dengan telinga apalagi perut..antara lain Soto Kudus (pisah atau campur nasi), otak sapi goreng, sate rempelo ati, sate telor puyuh, perkedel, kerupuk ikan&udang, plus emping. Minumnya standarlah, ga ada yang istimewa. Soto kudus di warung ini rasanya uenak tenan. Dengan taburan kecambah yang banyak, dicampur suwiran ayam dan bawang goreng, berpadu menjadi satu di dalam kuah yang harum…hmmmm…sayang ga sempet ambil fotonya..hehehe.

Bagi yang suka asin-asin, mungkin soto di sini agak kurang asin. Tapi gak masalah, karena toh bisa ditambahin garam. Sebaiknya pesen soto campur aja, karena porsinya pas..jadi ga terlalu memenuhi perut. Kalo belum puas, tambah aja sotonya doang, ga usah make nasi..dijamin kenyangnya pas banget.

Untuk urusan harga, lha ini yang menjadi pertimbangan..harganya sangat bersahabat dengan tanggal tua. Seporsi soto kudus campur dihargai Rp7K..tapi inget, soto kudus lhoo..porsinya bukan mangok gede kaya bakso. Cukup mangkok imut aja, tapi cukup mengenyangkan. Kalo kita mau sotonya thok..tanpa nasi..harganya sama dengan yang campur, dengan bonus suwiran ayam dan taogenya lebih banyak. Nasi putihnya sendiri dihargai Rp2K. Rata-rata menu tambahan seperti yang udah disebut di atas tadi hanya dihargai Rp2K-Rp3K. Murah kan??

Oiya..warung ini juga menerima pesanan, dengan menghubungi “hotline” di 0815-1131-3020. Silaken dicoba..

Ps.

Makan kenyang ber-2, soto campur 2 porsi, soto doang 1 porsi, krupuk ikan 1 bungkus, es teh manis 1, teh botol 1, menghabiskan anggaran Rp28,5K.

Film komedi yang dibintangi Ben Stiller (sebagai Lawrence “Larry” Daley) ini sangat direkomendasikan oleh temen2ku untuk ditonton karena lucu. Apa sih sebenernya yang membuat mereka menyuruhku untuk nonton film ini? Daripada penasaran, lebih baik aku tonton aja langsung.

Alkisah…seorang ayah duda cerai yang hidup di tengah mimpi-mimpinya, sedang dalam masalah karena takut perhatian anaknya (Nick, diperankan Jake Cherry) beralih ke ayah tirinya. Apalagi dalam waktu dekat, sekolah Nick akan mengadakan acara career day untuk para orang tua. Nah, Larry sebagai seorang yang ‘gagal’ dalam karir tentu tidak ingin membuat anaknya malu akan keadaan ayah kandungnya. Karena itu dengan sangat terpaksa ia menerima pekerjaan sebagai penjaga malam di Museum of Natural History.

Di museum ini dia bertemu dengan Rebecca (Carla Gugino), seorang kandidat Ph.D yang bekerja di museum tersebut yang kelak akan menjadi temannya. Setelah perkenalannya dengan Rebecca yang dilanjutkan dengan kepala museum yang sok aristokrat, Dr. McPhee, Larry diajak mengelilingi museum dan bertemu dengan petugas keamanan senior yang akan digantikannya, Cecil (Dick van Dyke), Gus dan Reginald. Oleh Cecil, Larry diberi “manual” atau buku instruksi khusus bagi petugas jaga malam, dan disuruh datang keesokan harinya untuk memulai hari pertama sebagai penjaga malam Museum of Natural History.

Nah, di tempat kerja barunya, Larry menjumpai berbagai keanehan yang luar biasa. Seluruh patung dan pajangan penghuni museum mendadak hidup di malam hari..the history comes alive!!! Di film ini digambarkan bagaimana kewalahannya Larry dalam menghadapi makhluk-makhluk dan manusia dari abad lampau, meskipun aslinya berupa patung lilin, namun jika hidup dapat berpikir seperti manusia aslinya. Belum lagi ulah Dexter, si monyet kecil jenis Capucin yang ahli mencopet. Lalu ada Atilla the Hun (yang kisahnya ada di Ages of Empire) yang sadis dan selalu ingin mengoyak-ngoyak orang dengan cara yang spesifik.

Berbagai misteri dan kejutan terjadi di film ini. Apa yang menyebabkan berbagai patung di museum menjadi hidup pada malam hari? Bagaimana reaksi tiga orang penjaga yang kehilangan pekerjaan karena digantikan oleh Larry? Siapakah tokoh yang membawa perubahan pada diri Larry? Semua itu lebih asyik diketahui jika kita menonton filmnya sendiri..

Nilai:

Film ini merupakan film yang bisa ditonton tanpa perlu mikir. Namun menurut aku pribadi, film ini tidak selucu apa yang temen-temen katakan..tapi tetap layak tonton karena ada nilai yang dapat kita ambil dari film ini. Karena film ini enteng, maka kedalaman cerita bukan merupakan hal utama.

Akhirnya AC Milan bisa bernapas (agak) lega dengan kemenangan 1-0 melawan Parma..

Hujan di Jakarta menjadi momok yang cukup mempengaruhi mental orang Jakarta karena dua hal: BANJIR dan MACET. Banjir karena selain nasib sejarah Jakarta untuk selalu dapet banjir, juga karena perilaku masyarakat yang selalu nyampah.

Tadi pagi ujan duereees banget. Aku dengerin radio, ternyata di kawasan Kebon Jeruk (Jakbar), Tomang, Meruya macet di mana-mana karena banjir. Karena kemacetan akibat hujan ini, 3in1 khusus jam pagi ditiadakan. (Sial, dah kelanjur ngambil Pejompongan coy..untungnya lowong..asiiiik).

Aku denger di radio n baca internet sih pintu air Manggarai masih di bawah normal ketinggiannya, tapi sampe kapan??Wallahualam. Jadi..siap-siap payung sebelum hujan, sedia kain pel dan ember jika atap bocor, siapin rute ngantor yang bebas banjir.

Jadi inget waktu masih di Jogja..hujan separah apapun ga sampe bikin Jogja kelelep…

Iklan sebuah produk rokok yang ada polisi ‘ndhelik’ di semak-semak ketika sebuah korban mobil memutar arah di tempat yang tidak seharusnya..tadi pagi mengundang komentar di KOMPAS (24/1).

Kalo aku pribadi (dari dulu pengin komen tapi ga jadi2)..tugas polisi seharusnya mengatur lalu lintas, TERMASUK MEMBERITAHU PENGENDARA DOs AND DONTs-nya BERLALU LINTAS DI JALAN RAYA. Yang ada sekarang, polantas kayanya lebih milih sembunyi di lokasi-lokasi “rawan=emas”, yang artinya, mereka bisa menilang lebih..dan lebih..dan lebiiihhhhhh lagi kalo ga disogok.

Aku sendiri paling males kalo ketemu polisi kaya gini. Pinginnya sih setelah adu argumen sebentar, aku bilang, ya kalo tugas bapak itu kan seharusnya tempatnya di sana (sambil nunjuk pos polisi)..bukan di kios teh botol ato di balik pohon. Tapi biasanya aku males dan (memakai kekuasaan kantor) bilang aja pegawai kantor A, lagi ada urusan dengan bos besar..kalo ada apa2 bapak polisi berani tanggung??? Biasanya sih lepas…

Masalahnya, kenapa sih banyak pengendara ga tau aturan yang beredar di jagat Jakarta (ato Indonesia?) Kenapa juga banyak pak Polantas yang suka sembunyi? apakah main petak umpet? atau kenapa? TANYAKEN..APA??

Dari hari Senin kemaren (22/1) berbagai media massa memberitakan bahwa jalur transjakarta (busway) di koridor-koridor yang baru diresmikan akan benar-benar tertutup untuk kendaraan non-transjakarta.

MASA SEEEEH???

Kenyataan dan fakta menunjukkan bahwa masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam pelaksanaannya. Kekurangan dalam pelayanan, dan kelemahan dalam penegakan peraturan. Pengguna jasa transjakarta harus menerima kenyataan bahwa fasilitas yang mereka terima dengan membayar sekian rupiah itu benar-benar tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan. Transjakarta masih menjadi “bus bebek” yang selalu berjalan beriringan, kaya bebek aja. Satu saat bus-bus oranye & biru datang bersamaan, saat lain para penumpang keleleran nungguin si bus yang ga dateng2.

Pengguna jasa busway juga sering menemui kenyataan bahwa mimpi mereka untuk merasakan moda transportasi yang nyaman dan bebas macet tidak terwujud. Kecuali di koridor I (Blok M-Kota), transjakarta bukan merupakan sebuah solusi tetapi merupakan mimpi buruk bagi pengendara lain. Setelah merasakan kemacetan akibat pembangunan busway, pengendara mobil dan motor termasuk saya dengan nyaman melewati jalur-jalur khusus transjakarta jika tidak ada petugas jaga. Hal yang lazim dilihat di busway koridor II dan III ini jelas membuat penumpang transjakarta meradang, karena jalur spesial mereka menjadi sama-sama macet dengan ruas jalan sebelahnya. Tidak ada tindakan atau sanksi dari polisi terhadap pengguna jalan yang br*****k nyasar ke jalus khusus itu. Akibatnya, mau naik transjakarta ato kopaja kayanya nyampenya malah cepet si kopaja, lha wong jalur buswaynya sama-sama mangkrak di tempat.

Adanya koridor baru (IV-VII) yang membuat Bang Yos menerima pundi-pundi makian dan sumpah serapah warga Jakarta, meskipun belum ada bukti empiris, sepertinya tetaptidak akan mengatasi kemacetan. Malah, seperti dulu pernah saya baca (di mana gitu..mohon maaf kalo lupa, ada pejabat Dishub atau Pemprov DKI yang bilang “ya biar aja jadi macet, kan nanti pengendara mobil akan berpindah menggunakan busway (transjakarta maksudnya-red)”. Apa ya geblek orang itu, koq yakin-yakinnya kemacetan akan bikin orang pindah ke transjakarta? Yang ada malah orang pindah ke busway, yakni pengendara memindahkan jalur berkendaranya yang tadinya di jalan umum menjadi ke jalur khusus. Kan penjagaannya anget-anget tai ayam, paling cuma tahan sebulan..hehehe.

Nah, faktor penjagaan ini juga yang menjadi penyebab aturan “MOTOR HARAP DI LAJUR KIRI” jadi BASI!!. Contoh, di Jl. Letjen Suprapto, hanya dua hari setau saya, aturan itu berjalan. Lewat dua hari itu?? merdeka!!!!. Pada saat dua hari aturan ditegakkan, jalur lambat di depan Hotel Cempaka menjadi macet luar biasa kalo pagi. Ah, kalo yang ini mah cerita lama..namanya jalur sekecil itu kalo diisi bus, mobil penumpang, angkot, motor, bajaj, gerobak..lha apa ga jadi macet???

Yah..mau namanya busway, busur, busuk, atau apalah, kayanya masih susah untuk mengatasi masalah perlalulintasan di Jakarta. Aku dah ga bisa mikir hal kecil apa yang bisa kita jadikan masukan ke tuan-tuan penguasa..ah booo…capee deeeeeee

Tadi pagi, aku berangkat ngantor lewat Sudirman-Thamrin. Temenku si mBakyu Rina tiba-tiba nyeletuk..”Be, katanya motor-motor itu dah pasti ga boleh lewat Thamrin ya??”. Trus aku bilang aja, “ya nggaklah, wong payung hukumnya sebenernya ga ada koq, belum jelas”. Bersama kita ada joki 3in1 di jok belakang, bengong.. Baca entri selengkapnya »

Di sela-sela kesibukan editing dsb..ada kabar berikut..

Gempa Guncang Yogya

Berita tersebut aku baca dari detiknews.com. Khawatir, serta merta aku telpon keluarga di Jogja..ternyata alhamdulillah ga ada kurang suatu apapun. Bahkan mereka ga merasakan gempa kali ini, dan hanya terasa oleh masyarakat di kota Jogja dan daerah selatan.

Yah, aku cuma bisa berdoa, mudah2an tidak terjadi apa-apa dengan keluarga dan kota tercinta..amiien

No Copy Paste

Monggo menyadur isi blog ini bila berkenan, dengan tidak lupa menuliskan sumber dan membuat "lacak-balik" ke artikel/sumber berita. Khusus karya foto, mohon jangan di copy/save as tanpa seijin yang punya. Atau, kalau sebagai tautan, mohon cantumkan sumbernya :)

Kategori

Almanak

Januari 2007
S S R K J S M
« Okt   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Iki opo tho?

Chat IESPers 99

Join This Group I am Trunks! Test your Internet connection speed at Speedtest.net

Blog Stats

  • 191,237 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 34 pengikut lainnya.