You are currently browsing the monthly archive for April 2007.

Di Indonesia, antara HONDA dan YAMAHA memang sudah tercipta rivalitas yang demikian kuat, baik di kalangan pabrikan maupun konsumen. Yang menarik untuk disimak bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah permotoran modern Indonesia, dominasi Honda disalip oleh Yamaha pada kuartal pertama 2007. Menyedihkan bagi Honda..sukses luar biasa bagi Yamaha.

Apa pasal?

Dapet tugas ke Solo baru pertama kali aku peroleh selama bekerja di tempat sekarang. Selama ini biasa aku dikirim ke tempat antah-berantah sekaligus wisata (Bali, Toraja, Danau Toba de el el..semoga bisa terus seperti ini..hihihi). Aku selalu berharap dikirim ke Solo ato Jogja..dan baru sekarang lah kesampaiannya.

Solo sebenernya adalah kota leluhurku. Banyak sodara-sodaraku berasal dari kota ini. Tapiiii…aku koq dari dulu ga begitu suka di Solo..soalnya panas banget hawanya. Maklum,biasanya aku di Solo kalo bulan2 puasa deket lebaran. Dah haus, masih ditambah panas. Nah..tadi malem adalah pencerahan buatku…

Setelah berbete ria karena Lion yang kutumpangi mengalami penundaan, akhirnya kita serombongan (5 orang) nyampe di bandara Adisumarmo Solo jam 16.30 WIB. Setelah menunggu antrean bagasi (hanya 5 menit, bandingkan dengan Cengkareng!!)..rombongan dijemput oleh pihak hotel. Nothing special selama perjalanan dari bandara ke hotel..dah bosen seh..wong aku yo sering ke Solo waktu kuliah.

Sesampainya di hotel kita langsung cek sana sini untuk memastikan segala sesuatunya baik-baik saja. Pokoknya sebisa mungkin jangan sampe ada komplain dari bos-bos yang akan menyusul datang esok harinya. Kelar segala urusan tetek bengek kantor, kita pun keluar pake mobil pacare Dumb-ass. Klinong-klinong sana sini sebelum akhirnya memutuskan untuk singgah di Nasi Liwet Mbak Yanti, di daerah deket Purwosari. Kita pesen nasi liwet uritan (telor ayam yang belum jadi) dan ati rempela, plus es teh manis dan didampingi dengan rambak kulit. Mohon maaf ga ada skrinsyut gambar coz lupa bawa kamera, jadi sampeyan ga bisa ngiler. Skor untuk tempat ini..9 dari 10 nilai maksimal. Nasi liwetnya uenak banget..asli. Di jakarta, mau resto mahal juga ga ada yang bisa nyaingin nasi liwet pinggir jalan Kota Solo.  Di tempat ini aku habis Rp15K untuk 1 porsi nasi liwet, 2 es teh dan banyak rambak.

Setelah itu, rombongan menyasar ke Susu Murni Shi-Jack. Ga tau apa maksud dibalik namanya..yang jelas menu yang disajikan mayoritas susu murni yang diolah dengan nama menu yang aneh-aneh..seperti apa ya? lupa, saking anehnya ;p. Di sini ga begitu mahal..segelas besar susu telor madu sirup harganya Rp3,8K. Tapi sayang..telor setengah matengnya kurang mantap!!

Malam hari pertama kita akhiri sampai di sini..dan kembali ke Ruang Borobudur 3 untuk cek ruangan..kemudian kita tidur..hoaaahhhmmm..

Hari berikutnya di isi dengan survey lapangan tenis (yang kemudian ternyata ga jadi dipake!!!) untuk Bos Besar. Lalu menyiapkan bahan-bahan rapat dan segala remeh-remehnya..kemudian..rapat pun berjalan dengan molor. Rapat ini berakhir jam 1.30 pagi..dan kita lanjutkan dengan membuat laporan sampe pagi beneran.

Tulisan ini dibuat dengan keadaan setengah sadar karena masih ngantuk, ditulis di Lobby Novotel dengan fasilitas Wi-Fi yang lumayan trengginas meskipuin harus bayar Rp50K untuk 24 jam, tapi worth it koq.

Sekian laporan perjalananku ke Solo yang menyedihkan..banyak sodara ga bisa ketemu..banyak maunya ga bisa ke situ…

Nissan Livina..nama yang asing di telinga kita. Tapi..seiring dengan gembar-gembor beberapa media cetak akhir-akhir ini, aku jadi tertarik untukmencari tau, seperti apa seh si Nissan baru ini. Ternyata..bisa dibaca di sini.

Dari ulasannya, lumayan menjanjikan. Tapi, untuk beli..minum es mambo sambil makan tape..ah boo…cape deeee….

Kembali ke busway..

Sebagai salah satu moda transportasi pilihan masyarakat Jakarta..tranjakarta memang menjanjikan angin surga. Jalurnya yang khusus menyajikan imajinasi liar akan tiadanya kemacetan yang menghadang. Koridornya yang mengular dari Jakarta Timur ke Barat, Jakarta Selatan ke Utara (mo nyebur laut kali)..menyihir akal calon pengguna akan kemudahan transfer/perpindahan jalur bus..cukup di halte dan menclok ke pintu satunya..bus orens, biru, ato abu-abu akan menghampiri. Janji surga itu plus fasilitas-fasilitas lainnya..nyaman (masa seeeh)..aman (copet!!! copet!!!)..dan masih banyak lagi.

Transjakarta..kata itu begitu indah..mungkin bagi orang-orang yang terlibat proyek dan terbongkar KPK, jadi ga indah lagi. Tapi kenyataan yang ada di masyarakat adalah..NOL BESAR tentang bebas macet. Hal ini memang bukan sepenuhnya salah si Busway itu..tapi mental pengendara kita yang masih di level ‘durjana’. Ngepot kanan kiri, mepet sana sini, ga motor ga mobil, apalagi metromini. Nerobos jalur busway pun dilakoni (termasuk aku lhooo) hanya untuk mengejar waktu. Nah..daripada sekedar curhat, mari kita liat perilaku pengemudi Transjakarta di simpang Coca-Cola (Cempaka Mas) pada hari Minggu, 25 Maret 2007 sekitar jam4 sore.

Sekedar catatan..ini bus nyerobot lampu merah. Yaah..bisa dimaklumilah..daripada diserobot duluan?? Iya nggak Pak/Bu Sopir???

Suatu malam aku mbek bojoku muter-muter di sekitaran Kebon Sirih & Sabang..maksudnya mo cari makan yang murah tur wareg. Akhirnya sete;ah kesal karena hari itu muacetnya luar biasa, mata pun tertumbuk pada spanduk bertuliskan Soto Surabaya/Kantin Rujak Cingur di pinggiran jalan WH (Wahid Hasyim maksudnya).

Kita pun masuk..dan melihat daftar menu..

Weleh..koq ga begitu murah..batinku. Maklum, kalo ngeliat antarmuka (interface) warungnya..kesannya begitu bersahabat dengan kantong. Ternyata..memang bersahabat sih..tapi sama isi kantongnya. Ga pake pikir panjang, kita cari menu yang termasuk murah dan mengenyangkan..dan akhirnya..dapatlah Soto Daging Komplit dan Nasi Rames Telor ato apa gitu..aku yo lali….beginilah rupanya..

dan…

Setelah mencicipi dan menikmati berbagai hidangan ini, dapatlah disimpulkan kalo warung ini memang pantas disinggahi oleh temen-temen yang laper. Makanannya lumayan enak..tapi sedikit ke-asin-an kalo makannya ga pake nasi. Mungkin sedemikian sahaja..karena tidak ada yang cukup menarik untuk dibahas..yah…sekedar mengisi waktu saja koq

 

Sedih juga melihat anak-anak Jakarta sekarang..mo mancing aja harus ke pusat kota..(eh..bukannya malah bagus ya??)

Sebuah film yang memiliki nilai-nilai yang pantas untuk dipelajari oleh kita-kita yang (ngerasa) masih muda. Film ini bercerita tentang hubungan antara ayah-anak, Naga Bonar (Deddy Mizwar) dan Bonaga (Tora Sudiro) yang berasal dari Sumatera Utara.

Latar belakang kedua insan ini sangatlah berbeda. Naga Bonar yang sangat patriotis dengan gaya khas Bataknya, dan Bonaga yang mengecap kehidupan metropolis. Bonaga mengelola bisnis bersama tiga orang temannya, Pomo, Roni (Ato Rony?Roniie?whatever..) dan Zaki, dan dapat dikatakan sukses. Nah, pada saat yang sama, Bonaga juga memiliki perkebunan kelapa sawit yang terletak di tempat leluhurnya nun di Sumatera Utara. Di situ juga terletak makam nenek, emak dan pamannya. Naga Bonar sangat mencintai para almarhum ini, dan bahkan untuk meninggalkan makam-makam ini pun si Naga Bonar merasa enggan.

Alhasil, ketika Bonaga harus mengatakan pada ayahnya perihal investor asing yang hendak kerjasama dengan perusahaannya membuat resort wisata di lokasi perkebunan sekaligus pemakaman keluarga, yang timbul kemudian adalah konflik di antara ayah dan anak. Penyelesaian konflik ini dibumbui dengan hadirnya Monica (Wulan Guritno) sebagai penengah Naga Bonar dan Bonaga yang memiliki kemiripan sifat..juga si supir Bajaj, Umar (Lukman Sardi) yang mampu meluluhkan sikap keras Jenderal Naga Bonar dalam menyikapi kehidupan.

Film ini sarat dengan pesan-pesan sosial, tidak hanya kepada para pimpinan bangsa ini, tapi juga bagi kita dan rakyat kecil lainnya. Selain itu, nilai juang dan patriotisme yang hampir terlupakan turut dimunculkan kembali di film ini, tentu dengan kemasan komedi khas Deddy Mizwar. Selamat Menikmati!!

Awal bulan, seharusnya berseri-seri menerima gaji yang ga seberapa. Tapi melihat berita di opera.mini-ku..rasa senang itu serta merta berubah murka. Apa gerangan yang menyebabkan awal April ini seperti ‘neraka’?? Tak lain tak bukan adalah karena berita ini.

Ayo Pak SBY..jangan kira yang mengkonsumsi BBM jenis Pertamax dan keluarganya itu orang-orang berpunya. Aku sebagai orang tak punya pun, memakai Pertamax karena hendak meringankan beban subsidi pemerintah. Apa pula maksud pemerintah ini? Apa kata duniaaaaa?? (meniru Naga Bonar)

No Copy Paste

Monggo menyadur isi blog ini bila berkenan, dengan tidak lupa menuliskan sumber dan membuat "lacak-balik" ke artikel/sumber berita. Khusus karya foto, mohon jangan di copy/save as tanpa seijin yang punya. Atau, kalau sebagai tautan, mohon cantumkan sumbernya :)

Kategori

Almanak

April 2007
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Iki opo tho?

Chat IESPers 99

Join This Group I am Trunks! Test your Internet connection speed at Speedtest.net

Blog Stats

  • 191,237 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 34 pengikut lainnya.