You are currently browsing the monthly archive for Desember 2007.
Beberapa minggu terakhir ini rada kecanduan dengan game online ini. Bukan yang terbaik memang, karena masih ada situs lain yang lebih kompleks seperti pitwall.org. Tapi, justru karena kesederhanaannyalah f1competition.com ini layak untuk dimainkan di tengah-tengah jam kantor saat kesibukan sedikit menjauh
Apalagi ada temen maen kaya orang ini neh..ga head to head langsung, tapi justru share pengalaman n kejadian selama balapan
Doni Tata Pradita, nama yang sekarang sudah ga asing lagi bagi pecinta road race nasional. Dialah yang beberapa tahun silam membuatku ‘iri’ karena di umurnya yang belia, dia didukung total oleh orang tuanya untuk membalap…dan menang. Kenapa iri? Hanya karena dulu aku juga pengin banget jadi pembalap tapi ga boleh..hehehe.
Masih segar di ingatan saat dia, dengan posturnya yang kecil, berjibaku melawan pembalap bangkotan pada (kalo ga salah) Yamaha ASEAN CUP RACE tahun 2004-2005an gitu deh. Weleh2 ini anak, masih SMP lawan om-om..hehe. Baca entri selengkapnya »
Toyota Corolla..siapa sih yang ga kenal? Dengan Altisnya, Toyota merajai pasar Indonesia di kelas medium sedan (bener ga?hehe).
Kabarnya nih, Altis baru akan bertransformasi dalam bentuk eksterior yang baru, interior juga baru, dan sama sekali berbeda dengan generasi sebelumnya. Sebenernya sih bukan kabar, karena katanya udah hampir pasti masuk pasaran Indo tahun 2008 ini..hehehe.


Cari informasi tentang Hutan Hujan? Bisa dilihat di sini..menarik juga. Selain membahas Indonesia, juga membahas negara-negara lain yang punya hutan hujan
Barusan aja baca ini di Kompas.com, setelah nonton Today’s Dialogue-nya MetroTV tentang kenaikan BBM non-subsidi.
Yah, bukannya latah membantu Pemerintah mengurangi beban subsidi, toh aku juga bukan orang kaya yang butuh bensin oktan tinggi..tapi aku juga setuju aja ada premium RON 90. Apalagi kalo Shell ama Petronas boleh ikut di sektor ini. Bocor? itu sih terserah orang yang mau bela-belain beli premium jauh-jauh dari jalan protokol.
Beee..be, kakehan cangkem. Bilang aja kalo dah ga mampu beli pertamax ya naik Kopaja ato Metromini aja
![]()
Iya sih..bener juga
. Kalo bisa sih malah kurangi aja konsumsi bahan bakar fosil kita, itung-itung memperlama gejala kiamat dini gara-gara penjahat kelamin lingkungan
Setelah terguncang dengan naiknya harga BBM non-subsidi yang biasa saya gunakan sehari-hari menjadi Rp7500/liter (waks), akhirnya dengan berat hati aku beralih ke premium. Meskipun dengan sedikit menutup mata dari kenyataan bahwa kualitas (dan kuantitas? jangan tanya..) BBM bersubsidi Indonesia ini masih jauh dari standar dengan adanya kasus oplosan dan akal2an meteran.
Adanya artikel ini pun masih belum menjamin kualitas BBM baru ini bebas dari kecurangan.
Deputi Direktur Niada dan Pemasaran Pertamina Hanung Budya menambahkan, harga BBM RON 90 pastinya juga akan lebih rendah dari BBM RON 92.
Ya..harga BBM RON 90 ini memang lebih rendah dari Pertamax dan saudara-saudaranya. Tapiii…sekali lagi tapi neh. Para “Tukang Minyak” yang lain seperti Shell dan Petronas apa gak ngiler dengan “varietas baru” unggulan Pertamina ini? Seingetku dulu..para tukang minyak swasta ini ga boleh bermain di sektor yang masih bersubsidi. Berhubung sekarang subsidi ini dikurangi/dicabut, tentu mereka juga ingin ikut berbagi kue yang cukup gemuk ini (dilihat dari pangsa dan target pasarnya). Apalagi, jamak diketahui bila BBM Pertamina selama ini kualitasnya “NGGAK BANGET” deh. Terbukti dari adanya “Pertamina Way” dan jargon “PASTI PAS”, yang menggambarkan (dan mengkonfirmasi) bahwa sedari dulu tuh memang SPBU Pertamina (mau yang x1.xxxx atau yang x4.xxxx) umumnya (sekali lagi, umumnya) kualitas dan kuantitas BBMnya di bawah standar. Kenapa baru sekarang mereka berbenah?
Oooh..tentu saja dengan kemungkinan bahwa Shell dan Petronas dapat bermain di kelas 90 ini, dengan sangat ringan dan ikhlas aku mengarahkan kemudi ke kios-kios mereka aja. Pertamina selalu bilang dalam iklannya..”KITA UNTUNG, BANGSA UNTUNG”..capek deh..apa untungnya sih? Yang jelas sih aku udah beberapa kali (sering sih) dirugikan..dengan takaran yang ngawur, juga dengan kualitas BBM campur minyak tanah (korban: Honda Supra dan Toyota Starlet jebol saluran bahan bakarnya, karatan tangki bensinnya). Adanya juga: PERTAMINA UNTUNG, BANGSA BUNTUNG.
ps.
Kalo sekarang aku balik pake premium, bukan Pertamax, tak lain karena aku udah miskin
Kalo dulu aku pake pertamax-nya pertamina, bukannya aku nasionalis, tapi lebih karena ingin meringankan beban subsidi pemerintah *halah*
Kalo dulu aku pake Shell/Petronas, itu adalah tindakan orang yang ga mau dibodohin










