You are currently browsing the monthly archive for September 2008.
Alkisah, tersebutlah berita di koran-koran bahwa bayi-bayi di suatu provinsi di Zhong-Guo menderita gagal ginjal, bahkan ada yang menemui ajal. Disinyalir, kasus ini disebabkan oleh susu formula yang terkontaminasi melamin.
Namanya globalisasi, berita ini cepat menyebar ke seluruh dunia. Berbagai negara dah dari awal pemberitaan panik dan menghentikan peredaran susu formula dari negerinya Cheng-Ho itu. Ternyata kemudian muncul dugaan bahwa bukan hanya susu formula yang tercemar, namun segala produk yang berbahan dasar/mengandung susu asal Tiongkok pun tercampuri melamin. Bisa permen (susu), susu cair, coklat susu, de el el de el el.
Siyalnya, pemerintah di negara turunan Mojopait ini dari awal berkoar bahwa negara yang dulu bernama Hindia Belanda ini tidak mengimpor susu formula dari negeri Paman Mao. Baru sekarang-sekarang mereka yang berwenang yaitu mengeluarkan peringatan bahwa terdapat produk turunan susu yang kemungkinan tercemar melamin, yang parahnya, sebagian produk itu SERING AKU KONSUMSI!! WTF??!! Man..I’m a dead meat!!
Dari beberapa produk itu, yang sering aku makan adalah coklat D*ve (kaya sabun yah namanya) yang belinya di Oz. Mudah2an ga tercemar. Trus susu Dutch Lady (kalo lagi kaya aja) rasa pisang, baru ada beritanya pagi ini. Ancoooooooorrrrr mina. Parahnya lagi, dari daftar produk yang beredar di koran online dan milis-milis, ada produk M&M. Ntah bener ato nggak, masalahnya waktu di Guangzhou, aku TIAP HARI SELAMA BERBULAN-BULAN makan permen coklat yang uenak ini. Duh, mudah2an ga terjadi apa-apa dengan ginjalku..amiiiiien.
Tapi yang penting, anakku ga boleh sampe nyicipi susu berbahaya ini..mudah2an
Setelah bertaun-taun ga pernah naik bus kota, akhirnya aku kembali merasakan ‘nikmat’nya berburu tunggangan dan berdesak-desakan di dalamnya.
Setelah si ‘Black Pearl‘ di-opname untuk memuluskan kembali bempernya, dan istri lagi di Bandung untuk rehat paska melahirkan si kecil..aku kembali ke Jakarta dengan perasaan ‘lumpuh’. Serasa ga punya kaki untuk ngantor, belanja, de el el. Maklum, waktu masih jadi mahasiswa pun aku masih bisa mengandalkan Supra 97 untuk klinong-klinong. Naik bus hanya pernah jadi rutinitas waktu masih awal-awal kerja, itupun ga sering-sering amat, karena begitu masuk kerja langsung diasramakan.
Tapi, ternyata perasaan lumpuh itu hanya karena MALES aja..hehehe. Enak koq naik kendaraan umum, meskipun ga seperti di luar (ya iyalaaaah). Yang jelas aku ga usah pusing mikirin macet. Kebetulan juga jalur yang aku lewatin pas berangkat lumayan sepi, meskipun pulangnya mayan juga, padetttt.

satria orange
Sumber: wikipedia.org
Nah, ini adalah rute rutin yang biasa ditempuh tiap ngantor PP:
- Pergi: Tunggu bis di bawah fly over casablanca-saharjo, ambil metro 62 Pasar Minggu-Manggarai. Turun di Manggarai, lanjut Metro 17 Manggarai-Senen. Stop di Lapangan Banteng, jalan dikit lewat Hotel Borobudur..enak..adem
- Pulang: Stop Kopaja P20 di depan kantor..ini neh yang nyebelin. Rame, panas, sumpek. Mana jarang-jarang frekuensinya. Trus..nebeng sampe Rasuna Said, turun di atas underpass casablanca. Sambung Mikrolet 44..ada mobil barunya lhooo!! Itu, si Grand Max..pinginnya nyobain ini, tapi masih susah dapetnya..hehehe
. Stop sebelum fly over casablanca-saharjo, udah deh…sampe depan rumah. Yipeeeee!!!!

si kolor ijo
Sumber: skyscrapercity.com
Nah..biaya harian buat rutinitas ini sekitar Rp10K!!! Yah..masih moderatlah, dibandingin ongkos mobil yang seminggu sekitar Rp100K.
Yah, kayanya selama istri masih cuti di Bandung aku akan tetep pake jasa si Ijo dan si Oranye ini, tapi kalo nyante lho. Kalo sewaktu-waktu harus kejar waktu ya balik ke Black Pearl..hehehe
Gara-gara mobil masuk bengkel, rutinitas harian aku berubah. Hmmm…sebenernya juga karena istri baru cuti melahirkan, jadi aku untuk sementara “membujang”. Gara-gara mobil ga ada plus bujangan ini aku punya rutinitas baru, pengin (atau terpaksa mungkin?hehe) nyobain “nikmatnya” naik bus kota dan angkot.
Dan untungnya ada informasi bagus yang memuat rute-rute metromini dan kopaja. Meskipun masih sedikit kurang lengkap (menurut aku yang ga tau jalan-jalan yang dilewati bus-bus itu), tapi info ini sangat berharga bagi seorang newbie dalam dunia per-metromini-an.
Hmm..sekarang perlu gear yang lebih komplit kalo mau ngantor, plus berbagai tindakan “pengamanan” untuk menghindari hal-hal yang nggak-nggak, salah satunya adalah membiarkan rambut-rambut liar tumbuh di bawah perut lubang hidung dan dagu.














