
The Tunnel
Suatu sore di Tsim Sha Tsui..mendekati sebuah museum, aku mendapati sebuah figur bangunan yang menurutku cukup unik. Sekelumit sosoknya bisa dilihat seperti gambar di atas..
nulis sak kenane...

The Tunnel
Suatu sore di Tsim Sha Tsui..mendekati sebuah museum, aku mendapati sebuah figur bangunan yang menurutku cukup unik. Sekelumit sosoknya bisa dilihat seperti gambar di atas..
Selama di tempat baru…alhamdulillah aku selalu dapet kesempatan untuk nonton pertandingan bola, baik timnas maupun klub dari Indo, yang sedang tanding di HK.
Kalo udah gini, muncul deh niat untuk motret..padahal dukungan alat ga seberapa :p
Beberapa yang bisa di-share
Kalo ini waktu Sriwijaya FC tanding untuk AFC Cup
Ternyata klub dari Indo ga kalah lho dengan klub-klub lain di Asia…ya tentunya jangan langsung dibandingkan dengan klub yang udah mapan kaya Suwon Samsung, Gamba Osaka dan teman2nya
DIJUAL
UPDATE 1:
Foto

jadi dijual ga yah?? hmm..masih sayang neh

kalo ketetesan air di permukaan, gini neh beadingnya
UPDATE 2:
Mobil dijual per akhir NovemberDesember 2009, kecuali ada yang nawar harganya cocok :p
Interior lapis kulit, riwayat perawatan lengkap (bengkel resmi IBRM – Honda Bandung Centre), mesin standar, matic, warna Night Hawk Black Pearl, kaki-kaki standar, rute kerja harian si mobil Casablanca-Pejambon dan kadang Jakarta-Bandung. Rumah si mobil di Casablanca Menteng Pulo, jadi ga kena banjir. Perawatan cat harian pake Meguiars, Optimum dan Autoglym. Harian isi Shell Super (terserah ntar yang beli mo isi premium aja ato gimana), STNK September 2009. Jarak tempuh hampir 75.ooo km. Nomor polisi Bandung.
Kondisi khusus, kalo ada cacat ga ditutup-tutupin, silakan liat sendiri, ada cacat baret di bumper belakang pojok (biasa, diserempet), dent (dekok) seukuran titik di pintu (kena pintu mobil orang kalo parkir). Estimasi perbaikan untuk bumper Rp200K-Rp500K (maksimal), PDR untuk dekok/penyok per titik Rp75K. Ban kondisi bagus, tapi saran aja, diganti baru. Harga dibuka Rp155Mi, nego, khusus pemakai ajah
. Tidak asuransi yah, baru aja abis n ga diperpanjang..silakan kalo mau diasuransikan sendiri
(kalo pun diperpanjang, pindah pemilik, polis hangus)
Monggo ditawar..
Dekade 70an, korupsi yang merajalela di mana-mana membuat penguasa Hong Kong pada masa itu membentuk Independent Commission Against Corruption (ICAC). Dengan mendapatkan tantangan yang tidak sedikit, termasuk yang tergambar dalam film I Corrupt All Cops (ICAC, 2009), Komisi ini berhasil membuat Hong Kong menjadi salah satu negara ter’bersih’ di muka bumi. Situasi yang pada tahun 70-an tidak terbayangkan di pikiran penduduk Hong Kong.
Syahdan, pada masa itu, Hong Kong yang sedang tumbuh pesat didera permasalahan sosial dan birokrasi yang sangat pelik. Sekedar ingin menggunakan jasa ambulan untuk urusan darurat ke rumah sakit harus pakai “uang teh”, dan hal-hal semacamnya di bidang pelayanan yang lain. Piranti penegak hukum seakan lumpuh terseret pusaran suap yang melenakan. Ketika keadilan dan tatanan hukum sudah tidak terlihat, muncul ide untuk membentuk sebuah lembaga super pemberantas korupsi, yang akhirnya melahirkan ICAC pada 1974.
Ide pembentukan KPK seharusnya tidak jauh berbeda dari apa yang terjadi di Hong Kong. Lilitan korupsi, gencarnya lobi, bahkan keinginan seseorang untuk berubah menjadi lebih baik pun bisa terhalang oleh “BLACKMAIL” terhadap masa lalu orang tersebut, sangat menghambat perbaikan bangsa ini ke arah yang lebih baik. Jelas tidak sejalan dengan amanat reformasi.
Terbentuknya KPK sedikit banyak menunjukkan perbaikan-perbaikan di berbagai hal…meskipun tidak dipungkiri, nuansa arogansi dan kesewenangan tetap tercium dalam setiap aksi KPK. Hal ini mungkin perlu untuk menjadi faktor penggetar/pencegah (deterrence) orang untuk melakukan korupsi, yang kadang memang tampak berlebihan. Eniwei…intinya adalah KPK terbentuk akibat lemahnya penegakan hukum di negeri ini, atau, lumpuhnya perangkat hukum, atau, adanya ketidakmauan aparat suatu lembaga untuk bertindak, yang diakibatkan oleh satu dan lain hal.
Apabila yang terjadi di negeri ini sebaliknya, segala keadilan dapat ditegakkan,tindakan korupsi dapat dicegah, berjalannya birokrasi yang efektif dan efisien, tidak adanya pungli di loket-loket pelayanan publik (petty cash corruption), lobi dari kalangan bisnis yang sesuai batas kewajaran dan norma, adanya tata kelola pemerintahan (dan bisnis) yang baik dan wajar, pokoke semua dalam kondisi ideal (yang hampir mustahil), mungkin KPK tidak perlu ada di bumi Indonesia. Suatu harapan yang absurd…dan untuk saat ini tidak bisa diwujudkan.
Kuharap KPK tak ada…. ….jika hukum dan keadilan berjalan sempurna…..
Selamat Hari Anti Korupsi Sedunia
Akhir-akhir ini ramai diberitakan tentang pelemahan lembaga super dalam perjuangannya memberantas korupsi. Ramai juga diberitakan bahwa saat ini terjadi perkelahian di media dan di belakang layar antara 2 (dua) reptil, yaitu CICAK vs BUAYA, meskipun ada ‘arahan’ untuk tidak menggunakan istilah ini lagi. Ok, ga akan berlama-lama di hal itu deh. Tapi, setelah rame-rame kemaren, sebenarnya apa sih arti korupsi itu?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, korupsi dapat diartikan sebagai penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dsb) untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Ada juga pengertian korupsi waktu, yaitu penggunaan waktu dinas (bekerja) untuk urusan pribadi (termasuk saya contohnya
). Nah, menurut Merriam-Webster, definisi korupsi adalah seperti INI, yang menurut saya lebih mendekati pengertian sebenarnya terhadap kata korupsi yang jamak terjadi di masyarakat, meskipun dictionary.com lebih praktikal dalam mengartikan korupsi. Dalam Undang-Undang, tidak ada satu UUpun yang mengartikan korupsi secara gamblang (dengan kalimat korupsi adalah bla bla bla).
1 a : to change from good to bad in morals, manners, or actions; also : bribe b : to degrade with unsound principles or moral values
1 a : to become tainted or rotten b : to become morally debased
2 : to cause disintegration or ruin
Pengertian-pengertian di atas saya ambil dari Merriam-Webster, yang saat ini dirasakan sangat aktual terjadi di negara kita. Korupsi tidak semata-mata merugikan negara dengan tindakan-tindakan tertentu yang terkait dengan keuangan. Mungkin, ketika seorang reporter mencegat seseorang (secara acak) di pinggir jalan untuk ditanyai pendapatnya mengenai korupsi, lalu orang itu berkata dia anti-korupsi, pernyataan ini tidak serta merta menunjukkan jika seseorang itu memang anti (atau tidak pernah) korupsi. Paham maksudnya? Ketika seseorang merasa dirinya tidak pernah melakukan hal-hal yang merugikan negara, ketika seseorang merasa hidupnya benar-benar murni dinafkahi dari gaji, ketika orang berkata dia tidak masuk dalam lingkar birokrat korup, dan ketika-ketika yang lain, apakah seseorang itu memang murni bersih dari korupsi?
Jika kita melihat kembali pengertian korupsi yang saya ambil dari Kamus Merriam-Webster, perubahan dari moral yang baik ke arah yang buruk, atau bisa dibilang dekadensi moral, kembali saya mencoba berkaca pada kehidupan sehari-hari. Ya, pada diri sendiri, lingkungan, dan lain sebagainya. Bagaimana saat ini negara dalam kondisi yang carut marut…yang bisa dilihat dari contoh yang sangat sederhana. Di Jakarta, saat ini aturan lalu lintas sudah seperti macan tak bertaring, atau (maaf) laki-laki yang dikebiri. Banyak yang mengatakan salah ini salah situ…yang sebenarnya tidak memberikan solusi (yang jelas-jelas sudah di depan mata, wong ada aturannya koq). Solusi jelas…tegakkan aturan tanpa pandang bulu. Masalah di aparat memang sangat kompleks, dan kita tidak bisa serta merta menimpakan segala kesalahan ke aparat. Namun jika kita mulai dari diri sendiri, apa sih susahnya menaati peraturan lalu lintas yang sebenarnya sangat mudah untuk dilaksanakan?
Terdengar mudah, meskipun suatu kondisi ideal adalah mustahil untuk diwujudkan. Tapi tidak ada yang salah (dan tidak melanggar UU manapun) untuk mencoba menegakkan aturan dari diri sendiri. Aktivis anti korupsi yang teriak-teriak di depan KPK, jika dia melanggar aturan (ya lalu lintas dsb), berarti dia masih melakukan korupsi (dari sisi moral dan hukum). Pengguna jalan yang diwawancarai reporter TV dan menyatakan mengutuk tindakan korupsi, masih juga seorang yang korup jika dia melawan arah lalu lintas, atau masuk jalur busway misalnya. Hal sederhana, yang ternyata apabila selalu dilanggar dan dilanggar, lambat laun akan membentuk watak BERANI MELANGGAR ATURAN, yang secara tidak disadari adalah berubahnya kebaikan-kebaikan moral yang diajarkan sedari kecil, menjadi ke-dableg-an dan kekeras-kepalaan serta merasa benar sendiri meskipun melanggar aturan, yang merupakan penurunan kesadaran moral seorang manusia.
Jadi, apakah Anda masih korupsi??
Kalo saya harus menjawab, dengan tidak bangga maka jawabannya, YA, SAYA MASIH KORUPSI (karena saya menggunakan jam kantor untuk menulis tulisan ini, menggunakan fasilitas kantor untuk facebook-an, melanggar lalu lintas meski kecil-kecilan mungkin, melanggar marka jalan, melebihi batas kecepatan di jalan tol, dan sebagainya yang masih banyak). Ternyata, saya tidak ada bedanya dengan koruptor duit negara kelas kakap.
Tulisan ini merupakan pendapat/opini pribadi, tidak merepresentasikan institusi apapun, dan tidak bermaksud menjelekkan pihak-pihak manapun.
Minggu ini, pameran teknologi otomotif terbesar di Indonesia telah dimulai. Indonesia International Motor Show 2009, yang bertempat di Kemayoran, tetap diselenggarakan di tengah lesunya kondisi perekonomian dan dibayang-bayangi kejadian Bom Mega Kuningan 2 minggu sebelumnya. Kita tidak akan menyoroti secara mendalam IIMS ini, tapi cukup melihat peristiwa menarik pada acara pembukaan IIMS 2009 ini. Menteri Keuangan kita dalam acara pembukaan turut mencoba salah satu produk masterpice dalam teknologi otomotif. Ya…dia turut merasakan nikmatnya naik di dalam Toyota Prius, salah satu mobil berteknologi hybrid terlaris di dunia.
Sedikit menyinggung tentang Prius dan mobil hybrid lainnya. Ide awalnya adalah menciptakan mobil yang memiliki efisiensi BBM tinggi dan ramah lingkungan. Setelah terwujud di akhir dekade 1990an, Prius menjadi yang pertama dalam jagat kendaraan hybrid dunia yang diproduksi massal. Meskipun masih mendapatkan kritik dan saat ini mendapatkan rival dari teknologi commonrail diesel dan twin-charged stratified injection, yang memiliki efisiensi yang luar biasa dengan output optimal, namun teknologi hybrid dipandang masih merupakan jalan kompromi terbaik untuk mendapatkan performa maksimal namun tetap ramah lingkungan. Baca entri selengkapnya »
Akhir-akhir ini suka iseng moles-moles..iseng ah majang koleksi, tapi ini cuma yang buat fast treatment sih, bukan buat serius…maklum, di rusun ga boleh cuci sembarangan, apalagi poles2 sak enak dengkul..

koleksi dikit..mayan buat nambah kinclong
Yang paling demen ama yang putih trus ada merah-merahnya di tengah. Produk itu emang paling oke buat yang seneng ‘quicky’…hehehehe. Dia ada cleaner agent, ada unsur polishnya, trus ada proteksi dari sealantnya (wax sintetis), jadi sekali sikat beres. Emang hasilnya ga sebagus produk yang memang didedikasikan untuk step-by-step polishing..tapi buat aku, ini dah cukup. Namanya juga iseng
Karena istri udah berangkat tugas di luar, maka makan2 kali ini terpaksa aku lakuin sendiri aja. Selain ga ada yang masak, dah kangen juga makan mi ala bandung ini.

enak neh
Tempatnya ada di daerah Tebet..kalo dari Saharjo, ada pertigaan yang banyak showroom mobil, masuk deh ke arah timur. Ada di sebelah kiri jalan, deket perempatan lampu merah rusun Tebet. Cuma sayang, untuk parkir mobil agak kurang nyaman.
Eniwei..Mih Kocok ini rasanya cocok di lidahku. Rasa kuahnya ringan, kikilnya mantap, dan sumsumnya…hmmm…lembuttt banget. Tapi yang paling maknyus emang kikilnya. Siang-siang makan ini ditemani es teh manis…wuihhhh….
Aku di warung mi ini emang hanya nyobain Mi Kocoknya aja..karena emang paling demen itu. Menu lainnya ada, tapi ga banyak..harga seporsi pun relatif terjangkau, sekitar Rp14K dengan isi yang lumayan banyak. Paling enggak, kalo aku sih kenyanglah dengan porsi standarnya.
Mudah2an warung Mi ini bertahan di Tebet, meskipun ada juga sih cabang2 lainnya. Jangan sampe nasibnya kaya Bebek Tunjungan, yang ganti nama jadi BeBaQaran..dan akhirnya harus tutup di tengah persaingan ketat rumah makan. Padahal Bebek Tunjungan (dulu di Jalan Supomo) ini kalo aku bilang emang uennaak…dengan indikasi ga ada rasa/aroma amis di ‘kelek’ bebeknya..yang menjadi salah satu indikator enak nggaknya suatu masakan berbasis bebek. Ada juga bebek enak, tapi agak mahal n di mall…tepatnya Bebek Goreng Surabaya (kalo ga salah) di foodcourt Grand Indonesia. Ini juga..maknyussss