Kutukan angkringan Lik Man….

Di Jogja..angkringan merupakan salah satu penyelamat berbagai kalangan termasuk mahasiswa, khususnya pada saat-saat kalender menunjukkan angka 2 digit. Gimana nggak..kalo makan lumayan kenyang aja hanya perlu mengeluarkan beberapa lembar pecahan ribuan. Tapi mungkin sekarang ga semurah dulu ya..

ankringan0ax.png

Tiap orang punya preferensi sendiri tentang angkringan mana yang menjadi favorit mereka. Kalo aku lebih seneng di Bunderan UGM (dulu..ga tau sekarang masih nggak) dan Lik/Pak Man lor Tugu. Yang akan kita bahas sekarang adalah Angkringan Lik Man deket stasiun tugu. Sebelumnya..tulisan ini hanyalah memori saya terhadap angkringan di Jogja, karena satu dan lain hal, saya untuk dua tahun terakhir sudah tidak berada di Jogja lagi.

<>Angkringan adalah sebuah bentuk tempat makan dengan sebuah gerobak sebagai jantungnya. Dalam gerobak itu kita bisa temui berbagai menu yang cukup menggugah selera dan memori, di antaranya yang cukup legendaris adalah sego kucing . Menu ini berupa nasi dengan ‘lauk’nya yang dibungkus daun pisang dan berukuran segenggaman telapak tangan. Di angkringan Lik Man, jika kita memesan sego kucing, dapat juga ditemani dengan tempe mendoan, sate jeroan, sate telor puyuh, sate brutu, de el el. Juga tersedia gorengan pisang, tahu, de es be. Semua menu sampingan tadi bisa dibakar dulu di atas arang yang membara, yang akan memberikan rasa yang khas terhadap hidangan2 tadi.  Favoritku adalah sego kucing sambel teri plus sate brutu bakar ditambah teh nasgitel (panas, legi, kentel). Untuk minuman, selain teh nasgitel tadi juga ada jahe, bisa dicampur teh, dan tentunya…kopi joss. Kopi joss ini adalah kopi kental panas yang dicampur dengan sebongkah arang ‘mowo’ alias membara. Jangan tanya rasanya, karena aku sendiri ga pernah berani pesen kopi ini. Bukan apa-apa, tapi bongkahan arang itu mengingatkan aku dengan kandungan karsinogen pencetus penyakit kanker. Tapi monggo lho buat yang pingin nyoba..dont hesitate to order..hehe.

Suasana tempat nangkring di Lik Man ini lumayan enak. Sebenernya sih rada susah nyari tempat duduk. Pastikan sampeyan datang sebelum magrib atau malam (banget) sekalian, karena dijamin kalo sedikit telat, kecil kemungkinan sampeyan dapet tempat duduk. Yang bikin enak tadi adalah kalo kita dateng bareng temen trus ngobrol ngalor ngidul selama berjam-jam ditemani dengan gorengan, sate brutu dan teh nasgitel dinaungi langit jogja di malam hari yang cerah berawan (ya iyalah..kalo ujan mending prei ke Lik Man..;p).

<>Untuk urusan harga, sekali lagi, karena angkringan adalah warung makan sejuta umat..ga perlu khawatir. Bagi yang hidup di Jakarta, anda akan menemui sisi dermawan anda jika mengajak teman ke sini..dalam arti ga bakal segan-segan untuk nraktir. Tapi kalo nggak mau nraktir ya pelit namanya..hehehe.  Oiya..berkat harga yang murah dan suasana yang ngangeni..membuat pikiranku selalu terbang ke angkringan Jogja setiap kali jenuh dengan keeriuhan ibu kota..that’s what I call..the Curse of Lik Man..hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: