ABCD..BUSWAY (dan motor pun disuruh ke kiri)

Dari hari Senin kemaren (22/1) berbagai media massa memberitakan bahwa jalur transjakarta (busway) di koridor-koridor yang baru diresmikan akan benar-benar tertutup untuk kendaraan non-transjakarta.

MASA SEEEEH???

Kenyataan dan fakta menunjukkan bahwa masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam pelaksanaannya. Kekurangan dalam pelayanan, dan kelemahan dalam penegakan peraturan. Pengguna jasa transjakarta harus menerima kenyataan bahwa fasilitas yang mereka terima dengan membayar sekian rupiah itu benar-benar tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan. Transjakarta masih menjadi “bus bebek” yang selalu berjalan beriringan, kaya bebek aja. Satu saat bus-bus oranye & biru datang bersamaan, saat lain para penumpang keleleran nungguin si bus yang ga dateng2.

Pengguna jasa busway juga sering menemui kenyataan bahwa mimpi mereka untuk merasakan moda transportasi yang nyaman dan bebas macet tidak terwujud. Kecuali di koridor I (Blok M-Kota), transjakarta bukan merupakan sebuah solusi tetapi merupakan mimpi buruk bagi pengendara lain. Setelah merasakan kemacetan akibat pembangunan busway, pengendara mobil dan motor termasuk saya dengan nyaman melewati jalur-jalur khusus transjakarta jika tidak ada petugas jaga. Hal yang lazim dilihat di busway koridor II dan III ini jelas membuat penumpang transjakarta meradang, karena jalur spesial mereka menjadi sama-sama macet dengan ruas jalan sebelahnya. Tidak ada tindakan atau sanksi dari polisi terhadap pengguna jalan yang br*****k nyasar ke jalus khusus itu. Akibatnya, mau naik transjakarta ato kopaja kayanya nyampenya malah cepet si kopaja, lha wong jalur buswaynya sama-sama mangkrak di tempat.

Adanya koridor baru (IV-VII) yang membuat Bang Yos menerima pundi-pundi makian dan sumpah serapah warga Jakarta, meskipun belum ada bukti empiris, sepertinya tetaptidak akan mengatasi kemacetan. Malah, seperti dulu pernah saya baca (di mana gitu..mohon maaf kalo lupa, ada pejabat Dishub atau Pemprov DKI yang bilang “ya biar aja jadi macet, kan nanti pengendara mobil akan berpindah menggunakan busway (transjakarta maksudnya-red)”. Apa ya geblek orang itu, koq yakin-yakinnya kemacetan akan bikin orang pindah ke transjakarta? Yang ada malah orang pindah ke busway, yakni pengendara memindahkan jalur berkendaranya yang tadinya di jalan umum menjadi ke jalur khusus. Kan penjagaannya anget-anget tai ayam, paling cuma tahan sebulan..hehehe.

Nah, faktor penjagaan ini juga yang menjadi penyebab aturan “MOTOR HARAP DI LAJUR KIRI” jadi BASI!!. Contoh, di Jl. Letjen Suprapto, hanya dua hari setau saya, aturan itu berjalan. Lewat dua hari itu?? merdeka!!!!. Pada saat dua hari aturan ditegakkan, jalur lambat di depan Hotel Cempaka menjadi macet luar biasa kalo pagi. Ah, kalo yang ini mah cerita lama..namanya jalur sekecil itu kalo diisi bus, mobil penumpang, angkot, motor, bajaj, gerobak..lha apa ga jadi macet???

Yah..mau namanya busway, busur, busuk, atau apalah, kayanya masih susah untuk mengatasi masalah perlalulintasan di Jakarta. Aku dah ga bisa mikir hal kecil apa yang bisa kita jadikan masukan ke tuan-tuan penguasa..ah booo…capee deeeeeee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: