Night at the Museum…

Film komedi yang dibintangi Ben Stiller (sebagai Lawrence “Larry” Daley) ini sangat direkomendasikan oleh temen2ku untuk ditonton karena lucu. Apa sih sebenernya yang membuat mereka menyuruhku untuk nonton film ini? Daripada penasaran, lebih baik aku tonton aja langsung.

Alkisah…seorang ayah duda cerai yang hidup di tengah mimpi-mimpinya, sedang dalam masalah karena takut perhatian anaknya (Nick, diperankan Jake Cherry) beralih ke ayah tirinya. Apalagi dalam waktu dekat, sekolah Nick akan mengadakan acara career day untuk para orang tua. Nah, Larry sebagai seorang yang ‘gagal’ dalam karir tentu tidak ingin membuat anaknya malu akan keadaan ayah kandungnya. Karena itu dengan sangat terpaksa ia menerima pekerjaan sebagai penjaga malam di Museum of Natural History.

Di museum ini dia bertemu dengan Rebecca (Carla Gugino), seorang kandidat Ph.D yang bekerja di museum tersebut yang kelak akan menjadi temannya. Setelah perkenalannya dengan Rebecca yang dilanjutkan dengan kepala museum yang sok aristokrat, Dr. McPhee, Larry diajak mengelilingi museum dan bertemu dengan petugas keamanan senior yang akan digantikannya, Cecil (Dick van Dyke), Gus dan Reginald. Oleh Cecil, Larry diberi “manual” atau buku instruksi khusus bagi petugas jaga malam, dan disuruh datang keesokan harinya untuk memulai hari pertama sebagai penjaga malam Museum of Natural History.

Nah, di tempat kerja barunya, Larry menjumpai berbagai keanehan yang luar biasa. Seluruh patung dan pajangan penghuni museum mendadak hidup di malam hari..the history comes alive!!! Di film ini digambarkan bagaimana kewalahannya Larry dalam menghadapi makhluk-makhluk dan manusia dari abad lampau, meskipun aslinya berupa patung lilin, namun jika hidup dapat berpikir seperti manusia aslinya. Belum lagi ulah Dexter, si monyet kecil jenis Capucin yang ahli mencopet. Lalu ada Atilla the Hun (yang kisahnya ada di Ages of Empire) yang sadis dan selalu ingin mengoyak-ngoyak orang dengan cara yang spesifik.

Berbagai misteri dan kejutan terjadi di film ini. Apa yang menyebabkan berbagai patung di museum menjadi hidup pada malam hari? Bagaimana reaksi tiga orang penjaga yang kehilangan pekerjaan karena digantikan oleh Larry? Siapakah tokoh yang membawa perubahan pada diri Larry? Semua itu lebih asyik diketahui jika kita menonton filmnya sendiri..

Nilai:

Film ini merupakan film yang bisa ditonton tanpa perlu mikir. Namun menurut aku pribadi, film ini tidak selucu apa yang temen-temen katakan..tapi tetap layak tonton karena ada nilai yang dapat kita ambil dari film ini. Karena film ini enteng, maka kedalaman cerita bukan merupakan hal utama.

5 komentar

  1. gak salah neh, posting-an tanggal 29? baru ditonton dong😀

    menghibur koq filmnya, walaupun special effect-nya hardly special. gak nendang. becandaan khas gerombolan stiller-wilson, yg biasa se-all for one-one for all ma bateman ato ferrell. stiller kurang lucu, tapi.. masih mending dodgeball.

    btw, imho sinopsisnya kepanjangan. spoiler. untung posting tanggal 29 ..

  2. ::jane

    emang baru ditonton di laptop..ga di bioskop :)). pas ngantuk pula😛
    perlu diingat, bahwa tulisan di sini merupakan hasil tontonan atau review yang tidak serius dan bukan dimaksudkan untuk resensi pertamax😛..dont expect too much-lah..maklum pendapat amatiran sahaja..huahahaha.

    thanks anyway jane🙂

  3. Karena belum pernah nonton aku belum tahu bagaiman aisi ceritanya,dan saya mau minta kalau bisa film ini diputar sekali lagi dan permintaan saya pada sabtu malam kira-kira pukul 21.00WIB,trimakasih

  4. Bang Hendra, koq ga ada isinya??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: