Solo..kota leluhur

Dapet tugas ke Solo baru pertama kali aku peroleh selama bekerja di tempat sekarang. Selama ini biasa aku dikirim ke tempat antah-berantah sekaligus wisata (Bali, Toraja, Danau Toba de el el..semoga bisa terus seperti ini..hihihi). Aku selalu berharap dikirim ke Solo ato Jogja..dan baru sekarang lah kesampaiannya.

Solo sebenernya adalah kota leluhurku. Banyak sodara-sodaraku berasal dari kota ini. Tapiiii…aku koq dari dulu ga begitu suka di Solo..soalnya panas banget hawanya. Maklum,biasanya aku di Solo kalo bulan2 puasa deket lebaran. Dah haus, masih ditambah panas. Nah..tadi malem adalah pencerahan buatku…

Setelah berbete ria karena Lion yang kutumpangi mengalami penundaan, akhirnya kita serombongan (5 orang) nyampe di bandara Adisumarmo Solo jam 16.30 WIB. Setelah menunggu antrean bagasi (hanya 5 menit, bandingkan dengan Cengkareng!!)..rombongan dijemput oleh pihak hotel. Nothing special selama perjalanan dari bandara ke hotel..dah bosen seh..wong aku yo sering ke Solo waktu kuliah.

Sesampainya di hotel kita langsung cek sana sini untuk memastikan segala sesuatunya baik-baik saja. Pokoknya sebisa mungkin jangan sampe ada komplain dari bos-bos yang akan menyusul datang esok harinya. Kelar segala urusan tetek bengek kantor, kita pun keluar pake mobil pacare Dumb-ass. Klinong-klinong sana sini sebelum akhirnya memutuskan untuk singgah di Nasi Liwet Mbak Yanti, di daerah deket Purwosari. Kita pesen nasi liwet uritan (telor ayam yang belum jadi) dan ati rempela, plus es teh manis dan didampingi dengan rambak kulit. Mohon maaf ga ada skrinsyut gambar coz lupa bawa kamera, jadi sampeyan ga bisa ngiler. Skor untuk tempat ini..9 dari 10 nilai maksimal. Nasi liwetnya uenak banget..asli. Di jakarta, mau resto mahal juga ga ada yang bisa nyaingin nasi liwet pinggir jalan Kota Solo.  Di tempat ini aku habis Rp15K untuk 1 porsi nasi liwet, 2 es teh dan banyak rambak.

Setelah itu, rombongan menyasar ke Susu Murni Shi-Jack. Ga tau apa maksud dibalik namanya..yang jelas menu yang disajikan mayoritas susu murni yang diolah dengan nama menu yang aneh-aneh..seperti apa ya? lupa, saking anehnya ;p. Di sini ga begitu mahal..segelas besar susu telor madu sirup harganya Rp3,8K. Tapi sayang..telor setengah matengnya kurang mantap!!

Malam hari pertama kita akhiri sampai di sini..dan kembali ke Ruang Borobudur 3 untuk cek ruangan..kemudian kita tidur..hoaaahhhmmm..

Hari berikutnya di isi dengan survey lapangan tenis (yang kemudian ternyata ga jadi dipake!!!) untuk Bos Besar. Lalu menyiapkan bahan-bahan rapat dan segala remeh-remehnya..kemudian..rapat pun berjalan dengan molor. Rapat ini berakhir jam 1.30 pagi..dan kita lanjutkan dengan membuat laporan sampe pagi beneran.

Tulisan ini dibuat dengan keadaan setengah sadar karena masih ngantuk, ditulis di Lobby Novotel dengan fasilitas Wi-Fi yang lumayan trengginas meskipuin harus bayar Rp50K untuk 24 jam, tapi worth it koq.

Sekian laporan perjalananku ke Solo yang menyedihkan..banyak sodara ga bisa ketemu..banyak maunya ga bisa ke situ…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: