Daripada V-Ixion..

Kenapa begitu Yamaha V-Ixion (disingkat Vixi) akan diluncurkan, para bikers pada kebakaran jenggot gara-gara mendengar rumor harga Vixi yang begitu murah dibandingkan dengan teknologi yang diusungnya?

Kenapa begitu motor ini benar-benar diluncurkan, para bikers kembali kebakaran kumis (jenggotnya kan udah habis kebakar) gara-gara harga yang tidak sesuai dengan ekspektasi?

Itu semua (mungkin) karena para bikers dibutakan dengan promosi gencar Yamaha memang haus akan teknologi terkini, sementara pemimpin pasar sekarang ini punya motor-motor mahal dengan teknologi yang muncul bahkan pada saat aku belum lahir!! (serius..wong aku lahir 25 tahun yang lalu, sementara generasi mesin C-100/C-70 udah ada sebelum itu kan?CMIIW). Memang teknologi jadul ini terbukti ampuh (kalo didukung dengan kualitas pembuatan yang memadai) dan berdaya tahan tinggi. Tapi kan konsumen butuh sesuatu yang baru. Apalagi kalo ingat mereka hampir tiap minggu sekarang bisa liat balap kuda besi di TV dengan model dan teknologi ‘luar angkasa’, makin ngangak aja kalo kembali ke kenyataan.

Yamaha, Suzuki,Honda, Kawasaki, Piaggio, adalah produsen motor massal yang sudah lama berkecimpung di kancah roda dua tanah air. Lalu muncul era MotCin (motor China) dengan merek macem-macem (Lifan, Daiheiyo, Jialing, de el el) yang ketangguhannya kaya krupuk. Sempat ada juga , Hyosung (Korea kalo ga salah), Cagiva (Italia tapi Thailand..lho) dengan bebeknya, Stella (ga usah bicara motor sport-nya), dan sekarang ada Bajaj dan TVS. Di luar itu semua, ada motor cap lokal yang kadang sering dikira MotCin, yaitu KANZEN.

Nah, sebenarnya sih daripada cape ngomongin Vixi (apalagi kalo yang cape gara-gara dah nungguin ternyata harganya muahal), ya mending ngomongin yang lain. Apalagi Vixi ini sudah mengalami pemberitaan yang berlebihan padahal cuma sedikit saja kelebihan teknologinya. Artinya, teknologi Vixi adalah teknologi umum yang pabrikan lain juga punya, hanya mereka menang publikasi dan keberanian untuk menjadi yang pertama, plus model motor prototype-nya yang luar biasa waktu pameran Gaikindo 2006 kemaren.

“Ah..kalo cuma teknologi injeksi, radiator, ditambah teknologi yang printilan sih yang lain juga ada, cuma namanya doang yang beda..”

Trus?? Apa bedanya? Tinggal tunggu waktu aja, tar yang lain nyusul..tentu dengan harga yang rasional (harapannya)..

Kembali ke Kanzen. kenapa Kanzen?? Sebenernya aku tertarik ngomongin Kanzen gara-gara banjir Februari 2007 kemaren. Iklannya pas banget momennya. Jargon berani terjang banjir, padahal dengan posisi mesin horizontal (alias sama dengan bebek-bebek lain) dan modelnya bebek pula!!!. Tapi Kanzen adalah bebek sejati, bebek yang berani berenang maksudnya. Sesuai dengan iklannya, aku pernah baca di tabloid M+ yang hasil test ride-nya membuktikan bahwa bebek ini tahan banjir, tahan air. Bahkan, di M+ terbaru (Akhir Mei/Awal Juni 2007) muncul kembali artikel yang isinya adalah teknologi anti kelelep dari Kanzen, yang ternyata berawal dari hasil eksperimen yang gagal. Tapi bukan itu poin utamanya. Intinya adalah, KANZEN BERANI UNTUK MELAKUKAN RISET-RISET yang hasilnya bisa dinikmati dalam optimalisasi fungsi motor sebagai alat transportasi yang tangguh. Bahkan, Kanzen berencana untuk turun balap Motoprix dengan tim pabrikannya. Untuk hal ini, Kanzen udah punya SDM berkualitas yang berkompeten di bidangnya, termasuk eks-pakar mesin Honda, Taufik Hidayat, yang memastikan Kanzen berani merubah spesifikasi mesin untuk menjadi dasar bagi motor balapnya.

Pabrikan lain?? Ah..orientasi mereka kan cuma pemasaran maksimal aja. Edukasi terhadap konsumen?? Nol besar!! Walaupun saat ini Yamaha sudah mulai menghargai para pembalap mereka dengan menyediakan ajang penjenjangan karir pembalap, dimulai dengan proyek ambisius Road to MotoGP-nya Doni Tata, yang berlanjut dengan proyek Supersport mereka. Hebatnya, Yamah juga melatih mekanik-mekanik untuk melek teknologi motor-motor 600cc yang memiliki basis teknologi sama dengan motor-motor kelas di atasnya. Honda juga mulai bangkit dengan Honda One Make Race dengan hadiah yang terhitung besar untuk ukuran club-event, bahkan mengalahkan Kejurnas. Honda juga mulai bisa memenangkan balapan non-semerek di Bali. Cumaaaaa, mereka kayanya masih ‘kalah usaha’ dibandingkan Kanzen yang berusaha menerapkan teknologi yang benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat untuk penggunaan sehari-hari.

Injeksi?? radiator?? teknologi diasil?? de el el?? Kalo masih membohongi masyarakat dengan iming-iming di awal yang bombastis..yaah….ke laut aja!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: