Pertamax vs Premium

Setelah baca artikel di majalah Autobild (bisa dilihat di sini), kebetulan yang dibahas cocok banget dengan realitas dan kondisi keuanganku. Produk octane booster+engine conditioner dari Alvenjo Autosport ini “katanya” mampu meningkatkan oktan BBM plus membersihkan ruang bakar. Sebenernya sih aku tertarik atas produk ini karena memberikan bayangan kehematan yang mampu dihasilkan bila si produk ini mampu menemani Premium menggantikan Pertamax di tangki bengsinku. Bayangkan, dengan kompresi mesin 10,1:1, tentunya mensyaratkan bahan bakar yang memiliki RON (Research Octane Number) minimal 92 alias Pertamax (atau yang sekelasnya bila ngisi di Shell dan Petronas).

Jika dikalkulasi, dalam seminggu aku bisa menghabiskan Rp150K untuk Pertamax, yang artinya dengan harga Rp6.150/l per September, aku bisa dapet ± 24 liter Pertamax. Sedangkan untuk Premium dengan besaran yang sama, aku bisa dapet 33,3 liter. Kalo mau sih, aku bisa dapet 26an liter dengan uang Rp120K, dan sisa Rp20K lagi untuk beli ‘vitamin bensin’ ini.  Total jenderal habis Rp140K. Lumayan kan, bisa irit Rp10K per minggu.

Namun masalahnya, apakah ‘vitamin’ ini tidak merusak konverter katalitik (CC)? Memang sih produk ini ga pake timbal. Tapi yang jadi masalah, jika dipakai di kendaraan dengan yang sudah menempuh jarak lumayan jauh (dan pasti di mesinnya ada kerak sisa pembakaran, sebersih apapun mesinnya), ditakutkan ‘vitamin’ ini merontokkan kotoran tersebut yang justru malah mengakibatkan katalis konverter kendaraan jadi rusak.

Karena itulah aku belum berani mengkonversi Pertamax ke Premium, karena gamang – segamang pemerintah setengah hati mengkonversi minyak tanah ke gas LPG – dan takut ada apa-apa dengan mobilnya.. (mobil bini sih..hehehe).

Ada gak ya yang punya pengalaman dengan produk Power & Clean V-Octane produksi Alvenjo ini?

3 komentar

  1. belom pernah coba produk itu
    cuman pernah coba produk elnusa
    masih enak pake pertamax😀

  2. Gw takut rontokan kotoran dari mesin malah nyumbat catalyc-nya. Dari pertama emang dah pake pertamax, cuma karena di Jakarta ga bisa geber2an, kayanya ada ‘gum’ di mesin, bikin payah tarikan😀

  3. Percuma aja pake obat” kayak gitu, mending langsung aja pake bensin beroktan tinggi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: