Premium Oktan 90..peluang bagi tukang minyak swasta?

Setelah terguncang dengan naiknya harga BBM non-subsidi yang biasa saya gunakan sehari-hari menjadi Rp7500/liter (waks), akhirnya dengan berat hati aku beralih ke premium. Meskipun dengan sedikit menutup mata dari kenyataan bahwa kualitas (dan kuantitas? jangan tanya..) BBM bersubsidi Indonesia ini masih jauh dari standar dengan adanya kasus oplosan dan akal2an meteran.

Adanya artikel ini pun masih belum menjamin kualitas BBM baru ini bebas dari kecurangan.

Deputi Direktur Niada dan Pemasaran Pertamina Hanung Budya menambahkan, harga BBM RON 90 pastinya juga akan lebih rendah dari BBM RON 92.

Ya..harga BBM RON 90 ini memang lebih rendah dari Pertamax dan saudara-saudaranya. Tapiii…sekali lagi tapi neh. Para “Tukang Minyak” yang lain seperti Shell dan Petronas apa gak ngiler dengan “varietas baru” unggulan Pertamina ini? Seingetku dulu..para tukang minyak swasta ini ga boleh bermain di sektor yang masih bersubsidi. Berhubung sekarang subsidi ini dikurangi/dicabut, tentu mereka juga ingin ikut berbagi kue yang cukup gemuk ini (dilihat dari pangsa dan target pasarnya). Apalagi, jamak diketahui bila BBM Pertamina selama ini kualitasnya “NGGAK BANGET” deh. Terbukti dari adanya “Pertamina Way” dan jargon “PASTI PAS”, yang menggambarkan (dan mengkonfirmasi) bahwa sedari dulu tuh memang SPBU Pertamina (mau yang x1.xxxx atau yang x4.xxxx) umumnya (sekali lagi, umumnya) kualitas dan kuantitas BBMnya di bawah standar. Kenapa baru sekarang mereka berbenah?

Oooh..tentu saja dengan kemungkinan bahwa Shell dan Petronas dapat bermain di kelas 90 ini, dengan sangat ringan dan ikhlas aku mengarahkan kemudi ke kios-kios mereka aja. Pertamina selalu bilang dalam iklannya..”KITA UNTUNG, BANGSA UNTUNG”..capek deh..apa untungnya sih? Yang jelas sih aku udah beberapa kali (sering sih) dirugikan..dengan takaran yang ngawur, juga dengan kualitas BBM campur minyak tanah (korban: Honda Supra dan Toyota Starlet jebol saluran bahan bakarnya, karatan tangki bensinnya). Adanya juga: PERTAMINA UNTUNG, BANGSA BUNTUNG.

ps.

Kalo sekarang aku balik pake premium, bukan Pertamax, tak lain karena aku udah miskin

Kalo dulu aku pake pertamax-nya pertamina, bukannya aku nasionalis, tapi lebih karena ingin meringankan beban subsidi pemerintah *halah*

Kalo dulu aku pake Shell/Petronas, itu adalah tindakan orang yang ga mau dibodohin

One comment

  1. Good Posting…

    => Hansteru WebBlog <=

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: