BBM naik..

BBM naik..siapa yang turun?

Sekarang ini isu BBM bener-bener bahan bagus buat jualan untuk ajang democrazy 2009 nanti. Berikut sedikit cuplikan percakapan waktu aku baru pulang dari Lombok.

Si penanya (S): Be, menurut lo BBM tu perlu naik ga sih?

Si ABe (AB): Wah, kalo diliat secara ekonominya anak ekonomi yang lulus dengan IP pas-pasan, kenaikan BBM itu perlu koq. Kan asumsi anggaran kita berdasarkan harga minyak yang cuma segitu dolar (keterangan: segitu tuh artinya gw lupaaa). Sekarang aja dah tembus US$120, kalo BBM ga naik ya kedodoran kita.

S: Trus, untungnya harga BBM dinaikin apa Be?

AB: Ya gimana seh lo, jadi orang koq bego amat.. (yang ini ngarang😛 ). Gini, katanya para ahli sih kalo harga BBM naik, beban subsidi pemerintah kita yang sekian trilyun itu jadi berkurang..selain itu, meroketnya harga minyak dunia juga bikin APBN kita kedodoran. Makanya dengan beban subsidi yang berkurang ini, APBN kita juga masih bisa bernapas dikit.

Yah..demikian sedikit kutipan dari percakapanku dulu. Sebenernya sih dengan ilmu yang cetek ini aku sama sekali ga minat nulis masalah kontroversi kenaikan harga BBM, khususnya yang bersubsidi. Cuma sekarang jadi pingin nulis karena ada BLT, bantuan langsung tewas tunai. Khusus BLT ini sebenernya udah dibahas di percakapanku pulang dari Lombok itu..tapi dulu dengan muantabhnya aku bilang “Ya ga mungkinlah duit dikasi langsung ke masyarakat”. Ternyata IYA lho..dengan adanya BLT itu (iya ga seh??)

Nah, aku pribadi setuju sekali dengan naiknya harga BBM ini. Setuju, karena kita harus rasional. Mau seberapa kaya negara ini untuk terus mensubsidi rakyatnya yang manja dengan limpahan trilyunan rupiah dalam bentuk subsidi premium? toh akhirnya premium itu terbuang percuma karena jalanan yang muacetttt. Dalam hal ini, memang ada beberapa hal negatif pastinya gara-gara naiknya harga BBM ini. Yang jelas, baru kedengeran di kuping aja, harga-harga termasuk tarif angkot dah pada naik..apalagi keciuman baunya dan mrucut dari mulut petinggi negara ini kalo memang harga BBM bersubsidi betul-betul naik.

Kenapa dengan BLT? Ada temen yang bilang, “Be, kalo rakyat sekarang ditanya mereka butuh apa, pasti jawabnya uang”. Betul teman..memang rakyat butuh uang. Tapi kalo pemerintah ga punya? Analoginya kaya orang berburu..mau daging rusa koq mak geblug..jatuh daging rusa dari langit. Lhooo..koq enak. Kalo rakyat butuh uang dan pemerintah langsung kasih, ya mending aku ga usah capek-capek ngeblog kerja seharian. Tinggal ngangkring aja toh duit dateng sendiri. Bentuk bantuan langsung ini jelas sangat tidak mendidik masyarakat untuk maju.

Ah..apapun kebijakan mengenai BBM, kita-kita yang rakyat jelata cuma bisa pasrah. Tapi pasrah yang mikir. Jangan kalap plus panik yang bikin kita mudah ditunggangi (kalo yang nunggangi ‘makhluk halus’ sih enak..😛 ) pihak-pihak ga tanggung jawab. Mudah-mudahan temen2 mahasiswa dan para parpol juga bisa realistis..ataupun kalo menolak kenaikan harga BBM, berikanlah solusi nyata dan aplikatif, jangan sekedar aksi yang ga jelas juntrungnya.

4 komentar

  1. BLT?? saya rasa ini konyol, kayak tukang obat yang nyebarin penyakit, lalu ngejual obat penawarnya (eh bukan ngejual ding, memberi… biar dikira pahlawan, oh kacau!!!).

  2. makanya…namanya Bantuan Langsung Tewas😀

  3. Somehow i missed the point. Probably lost in translation🙂 Anyway … nice blog to visit.

    cheers, Waste!!

  4. @ waste

    My condolence to know that u missed the point, coz there is no such a good point up there..hehehe. I wrote what was in my mind just for fun..so, enjoy, have fun, dont try to look for any point😀

    Thanks for ur visit🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: