Greget Harkitnas dan Nasionalisme

Libur kemaren (20 Mei 2008, Harkitnas) liat satu acara di TV yang dipandu oleh John Pantau. Temanya tentang nasionalisme, yang diukur (bukan ukuran mati ya) dari pemahaman si responden terhadap simbol negara, baik lagu, lambing, ataupun yang lain.

Nah..dari acara ini aku baru tau kalo ternyata pemahamanku terhadap simbol-simbol kebangsaan sangatlah lemah..walaupun masih lebih baik dari para responden di acara tersebut. Bayangkan..potongan lagu Garuda Pancasila mereka sebut sebagai Maju Tak Gentar hanya gara-gara ada kalimat “ayo majuuu..maju..ayo majuuu maju”..dan masih banyak lagu kebangsaan yang ternyata generasi sekarang tidak banyak tau.

Generasi sekarang?? Ah..ternyata tidak juga. Buktinya, salah satu menteri kita yang diwawancarai juga ga bisa menjawab pertanyaan, dan malah balik bertanya. Bah!! Macam mana pula itu..gitu kata temen saya yang masih trah Halak Hita😛

Yang aku ingin tau sebenernya ga sebatas kita-kita orang biasa ini. Temen-temen kita yang suka demo yang katanya membela rakyat kalo ditanyain gitu apa mereka tau? Lalu kalangan yang terhormat? Kalangan lain? Aku salut sih dengan bapak pengawal (atau bagian keamanan) yang diwawancarai oleh host acara TV itu..lancar dia jawabnya, padahal beliau ini ga pernah teriak-teriak di Bundaran HI atau di gedung wakil rakyat untuk sok-sokan membela rakyat (gimana mo bela rakyat, bela perut sendiri aja susah).

Memang, bukan berarti hapal lagu atau lambang negara menunjukkan tingkat nasionalisme seseorang. Kalo kaya gitu, aku berarti “kurang” nasionalis dorr..wong ga begitu hapal lagu-lagu. Tapi, ketidaktahuan generasi sekarang terhadap (antara lain) lagu dan lambang negara menunjukkan betapa kurangnya pemahaman dan kesadaran terhadap kehidupan bernegara (cieeeee). Bukan apa-apa, bayangkan para pencipta lagu-lagu wajib yang mempunyai harapan lagunya dapat mengobarkan semangat dan kecintaan pemuda Indonesia terhadap bangsa dan negaranya. Kenyataannya, harapan itu adalah pepesan kosong..karena para pemuda dan tokoh pemuda sekarang kayanya pada ga ngerti dan ga paham ama pesan para pendahulu.

Yah, seabad Hakitnas ini membuka mataku dengan fakta seperti ditulis di atas. Lucu aja sih, apalagi ada pejabat negara yang menteri gitu loooo, ga tau Pancasila..parah abiiiiissssssss

ps.

Walau begitu, aku tetep ga setuju dengan penataran P4 yee..😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: