Kuharap KPK Tak Ada

Dekade 70an, korupsi yang merajalela di mana-mana membuat penguasa Hong Kong pada masa itu membentuk Independent Commission Against Corruption (ICAC). Dengan mendapatkan tantangan yang tidak sedikit, termasuk yang tergambar dalam film I Corrupt All Cops (ICAC, 2009), Komisi ini berhasil membuat Hong Kong menjadi salah satu negara ter’bersih’ di muka bumi. Situasi yang pada tahun 70-an tidak terbayangkan di pikiran penduduk Hong Kong.

Syahdan, pada masa itu, Hong Kong yang sedang tumbuh pesat didera permasalahan sosial dan birokrasi yang sangat pelik. Sekedar ingin menggunakan jasa ambulan untuk urusan darurat ke rumah sakit harus pakai “uang teh”, dan hal-hal semacamnya di bidang pelayanan yang lain. Piranti penegak hukum seakan lumpuh terseret pusaran suap yang melenakan. Ketika keadilan dan tatanan hukum sudah tidak terlihat, muncul ide untuk membentuk sebuah lembaga super pemberantas korupsi, yang akhirnya melahirkan ICAC pada 1974.

Ide pembentukan KPK seharusnya tidak jauh berbeda dari apa yang terjadi di Hong Kong. Lilitan korupsi, gencarnya lobi, bahkan keinginan seseorang untuk berubah menjadi lebih baik pun bisa terhalang oleh “BLACKMAIL” terhadap masa lalu orang tersebut, sangat menghambat perbaikan bangsa ini ke arah yang lebih baik. Jelas tidak sejalan dengan amanat reformasi.

Terbentuknya KPK sedikit banyak menunjukkan perbaikan-perbaikan di berbagai hal…meskipun tidak dipungkiri, nuansa arogansi dan kesewenangan tetap tercium dalam setiap aksi KPK. Hal ini mungkin perlu untuk menjadi faktor penggetar/pencegah (deterrence) orang untuk melakukan korupsi, yang kadang memang tampak berlebihan. Eniwei…intinya adalah KPK terbentuk akibat lemahnya penegakan hukum di negeri ini, atau, lumpuhnya perangkat hukum, atau, adanya ketidakmauan aparat suatu lembaga untuk bertindak, yang diakibatkan oleh satu dan lain hal.

Apabila yang terjadi di negeri ini sebaliknya, segala keadilan dapat ditegakkan,tindakan korupsi dapat dicegah, berjalannya birokrasi yang efektif dan efisien, tidak adanya pungli di loket-loket pelayanan publik (petty cash corruption), lobi dari kalangan bisnis yang sesuai batas kewajaran dan norma, adanya tata kelola pemerintahan (dan bisnis) yang baik dan wajar, pokoke semua dalam kondisi ideal (yang hampir mustahil), mungkin KPK tidak perlu ada di bumi Indonesia. Suatu harapan yang absurd…dan untuk saat ini tidak bisa diwujudkan.

Kuharap KPK tak ada….                  ….jika hukum dan keadilan berjalan sempurna…..

Selamat Hari Anti Korupsi Sedunia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: