[REVIEW] Logitech K380 Multi-Device Wireless Bluetooth Keyboard

Catatan: Sepertinya tulisan ini lebih optimal dibaca menggunakan perangkat/browser mobile (HP). Di PC fotonya agak berantakan..mohon maaf yess

Bermula dari jalan-jalan ke Gramedia, ga sengaja mata ini ngeliat display keyboard dengan bentuk yang cukup ringkas tapi padat😀 . Selama ini aku ngerjain tugas dengan mengandalkan tablet Surface 3 dipadu dengan type-cover Microsoft yang sebenarnya cukup oke punya. Nah, kenapa koq jadinya aku akuisisi keyboard ini…selengkapnya monggo disimak pada cerita di bawah ini.

IMG_20151215_183652

Box Logitech K380

Dulu, saat baru beli Surface, yang terpikir dalam otak ini adalah bagaimana membuat tablet ini berfungsi penuh sebagai laptop replacement. Tentu yang namanya tablet dirancang untuk disentuh-sentuh..artinya, pabrikan ga selalu menyediakan keyboard buat dipencet-pencet. Padahal, dengan tugas seabrek tentu aku sangat butuh yang namanya keyboard. Akhirnya dengan pertimbangan kepraktisan, aku sikat type-cover Microsoft yang sangat tipis, punya touchpad (meskipun ukurannya mini), dan cukup enak dipake buat ngetik. Harganya? Ga usah ditanya deh..namanya barang pabrikan harganya pasti bikin sakit hati😦. Pengalaman 1 semester menggunakan type-cover ini cukup untuk sampai pada kesimpulan, keyboard khusus Surface dari Microsoft cukup memuaskan, hanya ada kekurangan dari sisi ergonomis. Pergelangan tangan cukup terasa pegal kalo kita menggunakan keyboard ini dalam jangka waktu cukup lama (lebih dari 30 menit). Akhirnya, selama berbulan-bulan aku bolak balik browsing di internet untuk cari keyboard alternatif buat pelengkap si Surface.

IMG_20151215_183707

Harga cukup tinggi, tapi alhamdulillah ada diskon😀

Satu syarat wajib dan mutlak untuk keyboard alternatif ini adalah wireless menggunakan bluetooth, tanpa dongle. Dari hasil riset, pilihan jatuh hanya pada keyboard merk Logitech. Dari dulu pake keyboard ini relatif ga ada keluhan ya..meskipun benchmark kenyamanan ngetik kalo buat aku ya keyboardnya Mac. Nah, yang jadi masalah adalah harga. Di ostrali, aku cukup nyengir aja kalo liat harga Logitech K810 ato K480. Lha cuma 2 ini aja yang memenuhi syarat. Lalu? Ya ga gimana-gimana…berdoa aja yang kenceng nunggu harga turun, ada hibah dari orang, ato nemu pilihan ketiga. Waktu itu K380 belom nongol kayanya di sana. Eh ndilalah, pas libur panjang ini aku pulang ke Indonesia, nemu di Gramedia ada Logitech K380, dengan ukuran lebih kecil dan lebih kompak dari K480 dan jauh lebih murah K810 yang muahal itu. Murah karena ada program diskon di Gramedia dari harga hampir Rp600K turun jadi Rp399K. Di toko non Gramedia ga nemu barangnya, jadi ya mau ga mau beli di Gramed deh.

Hasil googling membuktikan kalo di US keyboard ini dijual dengan harga US$40, sementara di ostrali kena AU$70, ato Rp700K. Waaaaah, gimana ga berbinar nih dompet!! Eksekusi pun dilakukan, dan inilah kesan yang didapat setelah pake keyboard ini sekian hari😀.

IMG_20151215_183741

Dimensi Logitech vs Microsoft 1

Sebelum bisa digunakan, tentunya aku harus menyambungkan keyboard ini ke perangkat, dalam hal ini Surface 3 + Windows 10. Prosesnya dari pairing hingga terkoneksi cukup makan waktu (kira-kira 2-5 menit), beda jauh ketika aku coba sambungkan ke Nexus 5. K380 tersambung secara instant segera setelah proses pairing, sementara Windows 10 perlu donlut dulu drivernya…jadi cukup memakan waktu. Tapi setelah terkoneksi, proses koneksi setelahnya akan sangat cepat. Untuk Mac dan iOS belum dicoba..semata-mata karena males aja sih..hehehe. Tapi harusnya sama cepatnya dengan Android ya.

IMG_20151215_183910

Perbandingan K380 vs Mikocok

IMG_20151215_183934

Switch bluetooth

Dari sisi dimensi, K380 emang cukup kompak/ringkas. Ditenagai 2 batere ukuran AAA, keyboard ini cukup ringan dan kecil untuk dibawa-bawa di tas. Tapi kalo buat aku, keyboard ini bakal dipake di kost aja, karena untuk keperluan mobile aku lebih seneng pake Microsoft punya barang. Dari sisi layout, K380 mengadopsi gaya chiclet tapi dengan kunci-kunci berbentuk lingkaran. Ketika dipake ngetik, K380 cukup tactile dengan feedback yang sangat baik dan travel yang sempurna untuk ukuran keyboard seringkas ini. MENGAGUMKAN!!

Untuk sisi ergonomi, K380 cukup baik dengan ukuran yang ringkas. Pergelangan tangan ga gampang pegel dibanding kalo pake yang Microsoft punya. Nah, dari sisi konektivitas, karena K380 dijuluki multi-device keyboard, dia bisa terkoneksi dengan 3 perangkat sekaligus, tapi untuk menggunakannya disediakan 3 switch seperti gambar di bawah ini. Cukup tekan salah satu tombol itu, niscaya perangkat anda langsung tersambung dengan K380.

IMG_20151215_183949

3 tombol ajaib

Demikian review singkat dan ngawur saya untuk keyboard Logitech K380 ini. Sejauh ini, keyboard ini sangat memuaskan. Kalo dibandingkan dengan Microsoft, kalahnya K380 cuma 1, dia ga punya touch pad, yang artinya kita harus punya mouse kalo mau mengoperasikan tablet tanpa perlu sentah sentuh layar..tapi bukan masalah besar buat aku.

Mudah-mudahan membantu buat yang baca dan sedang cari-cari keyboard.

Sugeng ndalu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: