[Review] Samsung Galaxy S7 Indonesia/International

Catatan: Kemungkinan foto ga akan terlihat penuh di perangkat mobile. Disarankan melihat di desktop.

Samsung Galaxy S7..sebuah perangkat yang cukup menarik perhatian saya, setelah sekian lama cukup setia dengan Nexus devices. Berkutat dengan Nexus sebagai ponsel harian saya selama 6 tahun (HTC/Google Nexus One, Samsung/Google Galaxy Nexus, dan terakhir LG Nexus 5), pesona S7 cukup membuat saya berpaling dari genre vanilla Android.

Berangkat dari pengidola Nexus, makin hari saya berpikir makin sakit hati kalo terus-terusan setia pada Nexus. Kenapa? Karena hari gini perkembangan hardware makin maju. Memang betul, kenikmatan Nexus itu terletak di anilla Androidnya, alias Android yang murni tanpa tambahan apapun dari pabrikan. Hal ini menawarkan perangkat yang simple namun tetap fungsional tanpa dibebani software tambahan dari pabrikan alias bloatware yang makan RAM dan storage. Belum lagi godaan update yang jadi prioritas utama. Dulu saya pernah bilang ke seorang teman, perkembangan teknologi khususnya hardware sangat cepat, jadi mending konsumen fokus ke user experience, alias mending duluan dapat update software daripada lomba spek hardware yang ga bakal habis.

Galaxy S7 merubah semuanya. Memang ada faktor lain yang membuat saya memutuskan ambil S7. Terutama karena di tempat saya tinggal ga ada operator yang menawarkan bundling Nexus 5X, dan bundling Nexus 6P cuma beda tipis ongkos bulanannya dibanding kalo saya ambil S7. Plus, spek S7 yang futureproof sampe 2 tahun ke depan, kamera yang cakep, ada slot microSD up to 200GB (penting!!) dan yang asik, ada rating IP68 untuk water & dust resistant. Di youtube banyak video beredar kalo S7 dicelupin ke air ga masalah. Saya ga akan nyoba, tapi yang jelas bikin hati tentrem karena tiap hari beraktivitas jalan kaki, dan cukup rentan kehujanan. Sedikit kelebihan ini akhirnya membuat saya berpaling.

Oke. Kita mulai aja review singkatnya ya. Flownya sesuai foto aja. Spesifikasi ga akan dibahas detail karena toh bisa tanya Google. Apa yang ada di foto, itu yang dibahas. Lanjut..

depan

Tampak Depan

Tampak depan, ponsel ini cukup ganteng dengan bentang layar AMOLED 5,1 inchi. Bagian muka dilengkapi kamera depan, sensor-sensor, speaker, dan home button yang sekaligus berfungsi sebagai sensor sidik jari. Ok. Mulai dari kamera depan, spek 5MP harusnya cukuplah buat foto2 selfie atau video call via Hangout ato Skype. Yang banyak diprotes adalah fitur beautification yang cenderung ‘berlebih’. Muka kita memang jadi halus, tapi terlalu halus sehingga dibilang ‘plasticky’. Buat saya, not a big deal, toh jarang dipake kecuali buat vidcall. Speaker untuk panggilan telpon cukup bagus, ga ada keluhan. Demikian juga dengan sensor2 di depan, bekerja normal kaya biasa..hehe. Layar AMOLEDnya cuakeppp, untuk indoor terang dan tajam. Keluhan hanya saat di luar ruangan, terutama di bawah terik mentari😀 . Cenderung sulit dibaca padahal brightness level udah maksimal. Solusinya ya cari tempat yang agak teduh..problem solved. Untuk sensor sidik jari..nah ini. Bagi yang pernah pake TouchID nya Apple atau Nexus, sensor di S7 agak lemot dan kadang suka gagal baca.

Lanjut ke bagian belakang.

belakang

Punggung

Pasti udah pada tau kalo ponsel ini terbuat dari kaca dan metal. Bagian belakang full kaca. Ada kamera beresolusi 12MP dengan teknologi dual pixel. Hasilnya? Maaf belum banyak diexplore..hehe. Tapi sangat memuaskan dengan karakter khas Samsung yang cenderung punchy, over-saturated. Fokus kilat, menu dalam kamera yang lengkap, cukuplah buat pecinta motret untuk mengaktualisasi diri di Instagram ato Fesbuk. **(Update: hasil foto bisa dilihat di Review Qy8). Masih di belakang, ada flashlight dan sensor untuk detak jantung yang berguna banget kalo kita pake aplikasi S-Health. Overall, bagian ini cukup ganteng, tapi sepertinya perlu dilindungi dengan case. Bisa yang transparan ato solid, tapi dengan desain cakep kaya gini, sepertinya case transparan lebih masuk akal (buat pamer..hehehe).

mic

Port atas

Di bagian atas terdapat slot khusus buat SIM-card dan microSD (up to 200GB loh). Dua kartu itu jadi satu dalam slot tersebut. Ada juga mic khusus yang (katanya) buat noise cancelling. Rata-rata ponsel punya koq. Oiya, di atas lupa dibahas lampu LED buat notifikasi. Warnanya cakep, dan bisa diubah-ubah di menu sesuai kemauan kita.

ports

Ports bawah

Bagian bawah dilengkapi dengan port audio 3,5mm, slot microUSB, mic dan speaker. Seperti bisa dilihat, portnya dilengkapi dengan karet di sekelilingnya, belum lagi di bagian dalam. Speaker dilapis material seperti Goretex, jadi partikel air ga bisa nembus lapisan kain yang pori-porinya lebih kecil dari partikel air. Kelemahannya, suara yang keluar jadi agak ‘mendem’. Doesn’t matter…masih cukup keras untuk jadi ringtone. Kualitas mic juga oke. Oiya, untuk charger dilengkapi fasilitas ‘fast-charge’, sangat membantu kalo lagi buru-buru.

printed1

Made in Vietnam

Oiya. Tadi di bagian belakang ada tulisan Made in Vietnam. Kalo di Indo, Apple mo invest aja hebohnya udah kaya apa. Padahal pabrikan lain potensial masuk Indo..tapi karena suka heboh akhirnya minggat deh ke Vietnam😀😀 .

Overall, puas banget ngeliat sisi fisiknya. Nah, sekarang gimana rasanya pake Touchwiz UI? Setelah terbiasa pake versi aslinya android, pake ‘skin’ baru ini lumayan ada ‘learning curve’ yang lumayan terjal. Tapi setelah sehari pake ini, plus tips dari youtube yang bisa dilihat di sini. Samsung menawarkan kostumisasi yang cukup oke di Touchwiz yang baru. Bahkan kita bisa pake theme seperti Android Marshmallow yang asli. Cuma ini hanya bisa dipake di Touchwiz launcher. Kalo pake theme khusus lalu pake launcher non Touchwiz, ikon dari theme itu jadi balik normal ke ikon Touchwiz.

Gimana dengan kecepatan si S7? Silakan kalo demen benchmarking, langsung meluncur aja ke situs-situs luar. Di situ udah banyak. Nah, kalo sehari-hari gimana? Sebetulnya dibanding Nexus 5 yang versi lama, S7 bukan merupakan perangkat yang ‘luar biasa kencang’. Kelebihannya tentu dproses loading aplikasi yang memakan waktu lebih cepat, dan grafis yang lebih ok. Kalo sekedar scrolling dalam user interface, atau di Chrome, ternyata ga jauh bedanya koq.

Dari sisi signal reception, S7 ini oke banget. Di kamar kosan yang cukup mojok, Nexus 5 udah nyerah untuk dapat sinyal sekedar 2G/GPRS. S7? Lancar jaya di 4G, dan meskipun sinyal hanya 2 bar di kamar, tapi internet tetep nyambung terus.

Batere? 3000mAH cukup untuk harian. Di test pemakaian normal start dari jam 9 pagi, jam 9 malam masih ada sisa 20%. Nice.

Dan terakhir tinggal nungguin bonus Samsung Gear VR dikirim, karena S7 juga compatible dengan Gear VR..hehehe.

To sum up, SGS7 saat ini cukup memenuhi ekspektasi dalam melayani kebutuhan komunikasi, entertainment, studi, kerjaan, dan lain sebagainya. Pantaskah untuk dibeli? Sangaattttt……!!! Ponsel dengan desain ganteng (ambil yang silver, terutama kalo mau ambil S7 Edge) dan cukup memadai untuk dua tahun ke depan, sangat pantas diperhitungkan untuk mendampingi kegiatan sehari-hari. Hanya jangan lupa, lindungi selalu dengan case (casing kali ya kalo di Indo). Dan satu hal yang agak berat…harganya muahaaal. Tapi terbayar lahdengan desain dan performanya, yang cukup membuat anda tersenyum sendiri saat memandangnya..hehehe.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: