[REVIEW] QCY Qy8 Wireless Bluetooth Earphone

Lagi-lagi edisi review.

Seperti biasa, kehidupan mahasiswa yang cukup mobile namun pas-pasan sedikit banyak berperan dalam membentuk gaya hidup kita sehari-hari. Nah, karena saya sehari-hari hanya keluar rumah untuk ngampus, dan sekali-kali ke kota untuk lihat peradaban, maka kayanya perlu sesuatu yang mendukung keseharian. Nah, salah satunya adalah membebaskan diri dari rutinitas ngeroll kabel earphone.

Perkenalkan, QCY Qy8. Aneh ya namanya? Hehehe. Qy8 di jagat maya udah dikenal sebagai varian earphone (saya lebih suka nyebut in-ear monitor/IEM) wireless yang cukup handal. Nah, sepertinya tipe Qy8 ini adalah barang OEM yang di re-brand oleh berbagai merk. Makanya kalo kita Google, keluar merk seperti Matone, SoundPeats, atau AYL, yang semuanya jualan barang yang sama. Namanya merk Tiongkok dan produksi Tiongkok, nilai jualnya pasti ada di harga yang ga terlalu mahal. Oke..jadi seperti apa wujud binatang Qy8 ini?

Ini penampakannya setelah bungkus dari kantor pos dibuka. Simple bukan? Percaya ga percaya, kemasan merk lain rata-rata juga begini. Barangnya kalo ada label Qy8, bisa dipastikan sama. Tapi hati-hati, banyak juga barang palsunya yang beredar. Biasanya ditawarkan setengah harga. Sila di cek di amazon.com untuik harganya. Dalam foto di atas, terlihat segel dari produsen. Meskipun kemasannya hanya kardus, tapi cukup solid dan aman melindungi produk dan aksesoris di dalamnya.

Dalam foto terlihat kemasan sangat sederhana. Hanya ada 2 kompartemen dalam kemasan, yang isinya adalah buku manual, aksesoris berupa ear tips silikon 2 ukuran, ear hooks/wings, kabel USB dan buku manual. IEMnya sendiri cukup besar dibanding earbuds/IEM dengan kabel, karena memuat modul driver, kontrol, mic termasuk juga baterenya. Kualitas buatan sesuailah dengan harganya. Cukup solid untuk ukuran produk dari plastik. Ga ada ketakutan ini barang bakal rusak dengan pemakaian agak kasar. Cuma memang kabelnya agak tipis, seperti semua low-end IEM lainnya. Cara pairing cukup mudah…pencet tulisan QCY pada IEM sebelah kanan selama 8 detik, nanti dia akan menyala kelap kelip. Aktifkan bluetooth di ponsel atau laptop, cari perangkat dengan nama QY8, hubungkan…voila!! Bluetooth cepat banget nyambungnya…

Kalo udah nyambung, saatnya ditest.

Dengan ukuran cukup besar, perlu adaptasi dan trial & error beberapa kali untuk memasukkan IEM ini ke kuping saya. Untuk fitnya berasa pas, cuma karena berat, beberapa kali IEM ini kaya mo loncat keluar dari kuping. Solusinya, gunakan ear hooks yang disediakan. Aksesoris mungil ini lebih berfungsi sebagai stabiliser supaya ga geser-geser. Lumayan lah daripada ga ada. Di youtube dijelaskan kalo ada ‘hack’nya untuk ngakalin supaya IEM ini lebih mantep diem di telinga. Silakan diliat sendiri ya🙂. Untuk menaik-turunkan volume dan pindah track cukup gunakan tombol di bagian kanan, 2 titik untuk naik, 1 titik untuk turun.

Nah, IEM sudah di kuping. Tanpa proses burn in break in, saya langsung coba aja dengan beberapa lagu andalan di HP. Perlu sobat tau, biasanya wireless earbuds kaya begini suaranya kalah dengan IEM berkabel. Namun dengan teknologi AptX, hal itu bisa diminimalkan, atau malah dihilangkan. Nah, Qy8 mengklaim kalo produknya sudah menggunakan codec AptX yang janjinya bisa menghantarkan suara sehalus kualitas CD..jadi kabar baik buat pencinta file loseless (FLAC, AAC+ dkk). Tapi di website AptX sendiri Qy8 ga terdaftar sebagai brand yang mengadopsi teknologi mereka. Yang bener yang mana? Silakan simpulkan sendiri setelah coba produknya ya..hehe. Kalo menurut kuping amatiran ini, suara yang dihasilkan cukup memuaskan ya. Perbandingan suara yang saya pake adalah IEM saya sendiri, Phonak Audeo PFE 112 (ato 121 ya..lupa..hehe).

Jadi bagaimana dengan suara? Boleh dibilang, dengan harga yang ga terlalu tinggi, Qy8 cukup memenuhi ekspektasi saya akan IEM nirkabel. Kualitas panggilan telepon juga cukup ok..artinya semua fungsi yang ada berjalan sesuai harapan. Rasio kualitas dibanding harga cukup memuaskan. Tentu jika dibandingkan dengan Phonak, masih belum ngejar. Tapi bagi penggemar bass, mungkin bakal suka dengan IEM ini. Deep, cukup bulat tanpa terlalu dominan, midnya juga cukup oke, vokal maju tapi ga seperti di depan muka. High/treble pas ga terlalu bright. Cuma soundstage kurang lebar kali ya…tapi overall untuk commute harian, QCY Qy8 cukup memuaskan, asal bisa pas nemplok di telinga lho ya.

Kesimpulan, bagi first timer yang pengin coba IEM nirkabel, Qy8 patut diperhitungkan. Harga di bawah Rp400K cukup masuk akan dan sesuai dengan kualitas yang ditawarkan.

One comment

  1. […] motret untuk mengaktualisasi diri di Instagram ato Fesbuk. **(Update: hasil foto bisa dilihat di Review Qy8). Masih di belakang, ada flashlight dan sensor untuk detak jantung yang berguna banget kalo kita […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: